Title :: Caffeine -苦い、甘い恋-
Author :: Ikki
Kamiya -Ruru-
Genre ::
rumit (?) *plak!
Chapter:: 7/ end
**********************
Reita kembali ke sekolah dengan sehat. Dia memberi banyak
senyum pada semua teman2nya. Dia kemudian masuk ke kelasnya dan duduk dengan
tenang. Dua minggu sudah pasca dia ke rumah sakit dia tidak sekolah. Dan
terlebih Ruki semakin berbeda... dia lebih kalem dan tenang tidak mengekang
seperti dulu. Reita juga keanehan pada Uruha yang tidak pernah memberitahu ada
apa dengannya dengan Ruki selama dia sakit..
“teman2 hari ini adalah pengumuman di mana pasangan
serasi akan di umumkan...untuk itu tolong datang ke theater dan dengarkanlah
siapa pemenangnya..hadiahnya adalah liburan selama seminggu di tempat yang di
inginkan..”
Pengumuman itu dari speaker yang berada tepat di atas
kepala Reita. Yang memberi pengumuman tersebut adalah Kai dengan ciri khasnya.
Kemudian, reita beranjak dari situ dan menuju ruang theater..
Ruang theater itu di penuhi semua siswa yang menantikan
siapa yang jadi pasangan serasi dan juga hadiah menarik itu. Ruki datang dan
duduk berjauhan dengan Reita. Sementara Uru duduk persis dua orang sebelah
Reita. Reita dan Uru saling berpandangan sebentar dan melihat ke depan bahwa
Kai sebagai host acara ini..
“baik teman2 maaf mengganggu aktifitas belajar, dan aku
juga sudah meminta ijin pada guru untuk tidak belajar..” kata Kai yang langsung
di soraki anak2 yang senang akan tidak belajar.
“hei2 maksudku itu tidak belajar selama 2 mata
pelajaran...” lanjut Kai kemudian di soraki riuh kecewa dari siswa2nya. Uru
hanya tertawa kecil melihat aksi Kai yang begitu kocak.
“baik langsung aja kita pada pokok intinya, etto....
chotto matte? Di sini kebanyakan memilih pasangan itu dan hampir 90%.. tapi
salah satu teman kita berbeda dan dia mengomentari kertas polling ini dengan
kata2 ‘ mereka serasi dalam hati dan pemikiran’ yah sedikit aneh tapi yah
namanya juga polling bebas menentukan.. baiklah kalau begitu kita umumkan-“
kata2 kai terhenti.
“ano, bisakah sebutkan pasangan yang berbeda itu? Dan
siapa yang memilih pasangan yang berbeda dari yang lainnya.. give me the
reason, right!” kata salah satu siswa yang ada di sudut kanan panggung. Kai
awalnya kebingungan. Dia kemudian mendengar suara riuh siswa yang lainnya yang
ingin tahu..
“ba-baiklah, pasangan yang berbeda itu
adalah..hmm...Reita dan Uruha..” kata Kai membacakannya.
“EH?????????” semuanya kaget. Kai hanya bisa mengangkat
bahu kiri pertanda dia juga tidak mengerti. Reita dan Uruha sendiri terdiam di
saksikan ratusan mata memandang mereka.
“tapi Uruha kan berpasangan dengan Aoi dan Reita dengan
Ruki??” kata siswa yang lain. Yang lainnya pun mengiyakan.
“baiklah tenang sedikit! Kita tanyakan pada Ruki, yang
memberi polling ini. Untuk Ruki, bisa naik ke atas panggung?” kata Kai.
Kemudian ruki berdiri dari kursinya dan menuju panggung. Uru dan Reita benar2
tidak menyangka ada apa dengan semua ini..
“aku bisa jelaskan kenapa mereka pasangan serasi.. saat
festival malam itu, Reita jatuh pingsan dan Uru senantiasa mengantarkannya ke
rumah sakit dengan kimono berlumuran darah karena Reita yang terbatuk-batuk
mengeluarkan darah.. hanya sedikit yang
tahu kalau Reita dan Uruha berpacaran dan mereka tidak suka memberitahu pada
publik dan membiarkan mereka berdua yang tahu hubungan ini. Aku sebagai
saksinya, mereka menjalani kisah cinta yang cukup tajam. Demi seorang sahabat,
Uru merelakan perasaannya terhadap Reita. Dan membiarkan Reita bersama
sahabatnya. Namun sayang, ketika hubungan itu sudah berakhir, si sahabat malah
mengekang Reita dengan cara apapun agar dia bersamanya. Uru bersikeras untuk
menahan perasaan agar tidak mencintai ulang kembali Reita karena Uru menghargai
arti persahabatan. Dia tidak mau merebut mantan si sahabat meskipun ia memendam
bathin bahwa dia perlahan mencintai Reita. Pertengkaran semakin menjadi dan si
sahabat membenci Uru yang menjadi kekasih Reita secara tiba2. Si sahabat benar2
keras kepala ingin bersama Reita dan tidak ingin melepaskan Reita begitu saja..
hingga suatu ketika kecelakaan itu terjadi dan membuat si sahabat berpikir, dia
terlalu egois untuk ingin menang sendiri tidak melihat sekitarnya banyak yang
terluka oleh sikap dan perbuatannya.. dan akhirnya..” Ruki mulai menangis
kembali.
“si sahabat merelakan Reita untuk Uru agar bahagia,
karena kebahagiaan tidak bisa di atur dengan keegoisan.. dari pelajaran ini aku
belajar, mencintai seseorang itu harus tulus.. dan tidak bisa egois demi
kebahagiaan sepihak. Tidak bisa memaksakan ke hendak karena perasaan itu
datangnya murni bukan paksaan.. dan jodoh tuhan yang mengatur..” kata Ruki
menangis. Reita juga menangis mendengar itu. Salah seorang siswa berdiri sambil
menangis dan bertepuk tangan. Kemudian di ikuti siswa lain hingga semuanya
bertepuk tangan riuh.
Kai pun menitiikkan air matanya dan menyekanya dengan
segera. Ruki pun memandang Reita dari kejauhan dan menangis sambil tersenyum.
“sahabat yang kau maksud siapa?” kata Kai berbisik.
“itu rahasia.. yang penting makna ceritaku bermanfaat..”
kata Ruki tersenyum pada Kai.
Semuanya bersorak nama Reita dan Uru dan bertepuk tangan
ke arah mereka berdua. Uru pun berdiri dan bertepuk tangan sambil menangis ke
arah Ruki.
“maafkan aku, ini persembahan dariku..” kata Ruki dalam hatinya.
**********************
Aoi menutup pintu ruang theater dan kembali berpikir
tentang perkataan Ruki tadi bahwa Uru itu berpacaran dengan Reita. Dia
tersenyum kemudian pergi..
“mungkin, alasan
dia memutuskanku di pinggir jalan waktu itu karena dia mencintai Reita dan
tidak ingin menyakitiku lebih dalam..memang, takdir itu sudah ada yang
menentukan. Bagaimana pun aku belajar banyak dari Uru. Arigatou Uru..”
Aoi melangkah dengan kepala tegap dan memandang ke depan
sambil tersenyum penuh harapan..
“kelak suatu saat aku pun akan menemukan seseorang yang
lebih baik darinya..” ujar Aoi dalam hatinya.
**********************
Uru dan Reita yang usai dari ruang theater saling berdiam
diri mendengarkan pengakuan dari Ruki.. Reita bingung.. karena begitu mendadak.
“sebelumnya kau berbicara dengan apa dengan Ruki?” tanya
Reita.
<< flashback ketika Reita masih sakit di rumah
sakit.
“ada apa kau memanggilku kemari?” kata Uru yang
menghampiri Ruki dari belakang.
Sosok Ruki langsung memeluknya dengan erat dan tenggelam
menikmati pelukan itu.
“sudah lama aku tidak memeluk sahabatku ini dengan
perasaan tenang..” ujar Ruki tersenyum. Uru hanya diam.
“keadaan Reita bagaimana?”
“dia sudah mendingan..” jawab Uru dengan datar.
“syukurlah, oh iya ini..” Ruki memberikan sepasang syal
berwarna putih pada Uru.
“untuk siapa?”
“untukmu dan Reita..”. uru bengong tiba2 karena Ruki
tidak seperti biasanya.
“aku tahu, aku melakukan perbuatan yang sangat fatal. Kau
dan Reita sudah aku sakiti dan aku bebani hidup kalian.. aku tahu aku tidak
bisa di maafkan.. tapi, aku harus meminta maaf bagaimana pun caranya...” jelas
Ruki tersenyum sedih. Uru memandangnya dengan sedih.
“kau tahu? Selama beberapa hari ini aku menghilang
kemana? Aku sering datang ke gereja untuk berdoa untuk mendapatkan ketenangan
hati. Aku sadar, aku tidak bisa memaksakan Reita untukku selamanya.. reita
terluka banyak olehku.. terlebih saat dia sampai jatuh sakit seperti sekarang.
Miris sekali kalau aku ingat, pertama kali aku curhat aku suka padanya lalu
berpacaran dan menikmati masa bahagia selama 8 bulan bersamanya. Dan berakhir
dengan begini...aku memang keterlaluan untuk itu..” Ruki menundukkan kepalanya
menjatuhkan airmatanya.
“untuk itu apa Ruki?” Uru sedikit iba pada Ruki.
“jujur aku masih mencintai Reita sampai sekarang, aku
tidak akan bisa menghapus dia dalam ingatanku.. tapi, aku memohon padamu,
jagalah Reita baik2 untukku untuk selamanya, bahagiakan dia karena aku sudah
merelakannya padamu.. dan.. aku harap persahabatan kita masih bisa di perbaiki.
Aku kangen kita yang dulu. Konyol dan bodoh sekali..” kata Ruki tertawa
sedikit.
“Ruki..” Uru menangis.
“ah iya, syal itu maksudnya untukmu dan Reita. Hubungan
kalian akan abadi aku doakan dari hatiku yang paling dalam. Maaf aku telah
melukaimu Uru..maafkan aku..” kata Ruki kembali menangis. Dengan cepat Uru
memeluknya dengan erat. Menangis sejadinya mendengar Ruki meminta maaf..
“Rukiiii....” dalam pelukan itu Uru amat sangat merasa
sedih.
“kelak suatu saat, aku pasti mendapatkan yang seperti
Reita.. dan aku akan mengenalkannya padamu.. dan kita double date..hehehehe..”
Ruki masih sempat bercanda membuat Uru tertawa kecil. Mereka melepaskan pelukan
mereka dan saling pandang.
“banyak pelajaran yang aku dapat dari Reita dan dirimu
Uru.. aku lebih memilihmu sebagai kakak daripada sahabat..” kata Ruki. “yang
mengajariku dari sebuah ketulusan persahabatan dan cinta...”
Lanjut Ruki.
“aku juga minta maaf Ruki, aku telah memiliki Reitamu..”
kata Uru.
“kau tidak usah minta maaf, karena kau adalah orang yang
tepat untuk Reita. Bukan aku.”
“aku janji aku akan menjaganya demimu juga!” kata Uru.
Ruki mengangguk dengan cepat.
“aku minta doanya aku mau pindah sekolah keluar negeri
sore ini..” kata Ruki tiba2.
“eh? Kenapa mendadak? Ada apa??” Uru cemas.
“tidak ada. Hanya saja ayah sedang kerja sama dengan
perusahaan luar, dan sepertinya lulus kuliah aku baru ke Jepang lagi..” kata
Ruki.
“kau tega Ruki! Meninggalkan aku! Nanti aku curhat
tentang Reita pada siapa??” kata Uru merengek.
“hey, sekarang jaman sudah canggih.. kita chatting saja.
Hahahaha..” Ruki tertawa lepas dengan Uru. Kemudian mereka berpelukan kembali.
Menjadi bunga yang bermekar di musim panas...
<< flashback end ~
**********************
Beberapa tahun kemudian Reita tersenyum melihat foto yang
dimana dirinya Uruha dan Ruki berfoto bersama dengan wajah konyol. Reita kini
sedang di bandara menunggui seseorang. Di sampingnya, Uruha ikut melihat foto
itu.
“kita sudah lulus kuliah ya, tidak terasa.. dan rasanya
aku kangen dengan bocah yang bernama Ruki ini..” kata Uru menunjuk foto Ruki.
“hm, aku juga.. aku tidak tahu bagaimana perubahannya
sekarang, apa dia akan menjadi bule? Hehehe..” kata Reita iseng.
“hey, kau jangan jahil ya..!” Uru mencubit pinggang Reita
dan Reita tertawa. Sebuah pengumuman dimana sebuah pesawat sudah datang membuat
Uruha dan Reita segera bergegas.
Namun dari kejauhan, Uru menyipitkan matanya melihat
seseorang membawa kopernya dan melambaikan tangannya pada Uru.
“Ruki?!” sontak Uru kaget. Ruki berubah. Rambutnya
pirang, kulitnya semakin putih pucat dan dia sedikit kurus sekarang.
“Uruhaaaaaa.....” Ruki langsung menghampiri Uruha dan
memeluknya dan Reita hanya terbengong.
“Reitaaaa...” Ruki pun bergantian memeluk Reita dan Uru
tertawa kecil.
“kau banyak berubah sekali...” kata Reita takjub.
“kuliah di sana menyita waktuku sampai kurus
begini..hehe..” kata Ruki menggaruk kepalanya.
“hahahaha.. baiklah kalau begitu aku mau jemput Aoi dan
Kai. Kalian pergi duluan saja ke cafe. Booking tempat duduk. Ok??” kata Uru.
Reita dan Ruki saling berpandangan.
“tapi-“ sela Ruki.
“alah, sudah ya...sampai ketemu di cafe nanti!” kata
Uruha berteriak sambil meninggalkan mereka yang mematung.
“jadi canggung ya..hahaha..” kata Ruki dan ikutin gelak
tawa Reita.
“kita lihat2 sekolah kita yang dulu yuk, aku kangen...”
kata Ruki.
“boleh.. aku mau lihat perkembangan sekolah kita
bagaimana sekarang..”
**********************
Setibanya Ruki dan Reita di depan gerbang sekolah, mereka
tidak terkejut sama sekali. Tidak ada perubahan pada sekolah ini. Mereka
tersenyum melihat sekolah ini.
“sekolah ini banyak kenangannya ya..” kata Ruki.
“iya, kenangan kita juga..” jawab Reita yang membuat Ruki
menoleh sekilas dan tersenyum. Mereka pun berjalan menyelusuri sekolah tersebut
yang sudah tidak di huni siswa karena sudah jam pulang sekolah..
“kau ingat? Di lorong ini kita bertengkar karena Uru
mengaku bernama Kei, aku menangis dan bilang tidak mau kehilangan dirimu,
hahaha tragis sekali kalau aku ingat...” ujar Ruki sambil berhenti di sebuah
lorong dan mengingat masa lalunya.
“dan taman sekolah ini aku menamparmu keras.. dan kembali
bertengkar..” kata Reita saat sampai di taman sekolah.
“di sini pula kau jatuh pingsan karena batuk darah..”
sedih Ruki.
“kenangan buruk itu masih melekat pada ingatan kita..”
tambah Reita.
“tapi semuanya sudah berubah.. kehidupan kita berbeda.
Lebih tenang dan bahagia..” ujar Ruki.
“yah, dan kita bertemu lagi..” Reita tersenyum pada Ruki.
“huum, ah iya kelas itu!” kata Ruki langsung menunjuk
kelasnya yang berada di lantai dua. Ruki berlari menuju kelasnya dan masuk ke
dalam. Tempat duduknya yang dulu itu dia hampiri. Dia tersenyum dan melihat
kaca jendela di samping bangkunya itu.
“kau tahu tidak, aku selalu memperhatikanmu di sini
ketika kau sedang jam olahraga..” jujur Ruki.
“yah aku menyadarinya ketika sedang olahraga, hanya saja
aku cuek pura2 tidak tahu..” kata Reita sambil tersenyum datar
“Ah, rei curang!” kata Ruki mencubit pinggang Reita.
Reita hanya terkekeh.
“tapi, dulu aku di bawah pohon itu mengirim pesan pada
Uru mengajak pergi saat hubungan kita sedang renggang..” sela Reita. Ruki
perlahan berhenti tertawa.
“kita baru jujur saat kita sudah pisah lama ya..” ujar
Ruki.
“dan menurutmu, apa cerita cinta kita ini bagus untuk
novel?” goda Reita.
“bagus sekali! Dan aku akan membuatnya sampai semua
pembaca terharu..hahaha..” kata Ruki. Reita pun tertawa. Dan kemudian perlahan
mereka saling berpandangan.
“kau tahu, aku masih memendam perasaan itu sampai
sekarang..” kata Ruki membuat Reita menatapnya dengan serius.
“tapi..” Ruki menunduk. Reita merasa sedikit sedih
mendengarkan itu.
“tapi,,” Ruki mengulanginya kembali. “tapi kenapa..?”
Reita penasaran.
“itu semua hanya bohong!! Hahahahah!” kemudian Ruki lari
dari kelas itu dan meninggalkan Reita yang merah padam karena malu.
“Rukiiiii!!!!!!”
**********************
“tadaima..” kata Ruki. Reita dan Ruki sudah sampai di
cafe yang mereka janjikan untuk reunian.
“RUKIIIIII!!!!!!!!!!” Aoi dan Kai langsung memeluk Ruki
dengan erat benar2 kangen rasanya.
“kau sudah jadi orang luar sekarang...hahaha tapi aku
masih mengenalimu karena kau masi ada bekas chubby nya hahaha..” kata Kai.
“ya ampun, Kai dasar hahaha..”. kemudian mereka duduk
melingkar dan memesan apa yang mereka inginkan.. salah satu pelayan datang dan
menuliskan pesan mereka. Ruki yang duduk di hadapan Reita dan Uruha mencuri
pandang melihat Reita yang sedang memilih makanan bersama Uru. Ruki tersenyum
melihat mereka yang bertengkar kecil karena masalah makanan.
“ini tidak apa2 tahu!” kata Reita. “pokoknya tidak
boleh!” kata Uruha kesal.
“sudah2 kalian! Bertengkarnya di simpan saja, sekarang
saatnya reunian!! Yeahhhhhh!!!! banyak hal ingin ku ceritakan!!” seru Aoi
dengan berbinar2.
“hey, sepertinya pasangan ini semakin mesra saja setelah
aku tinggal keluar negeri..” ledek Ruki. Reita hampir tersedak ketika sedang
minum
“apa sih..” Reita mengelak seperti anak ababil.
“tahu tidak, seminggu yang lalu ada yang curhat padaku
lewat telpon katanya mereka sedang marahan, dan lalu Uru minta maaf dengan
sebuah coklat kitkat.. yang tambah parahnya saat Reita memaafkan, Reita malah
sakit gigi!hahahaha..” ledek Ruki membuat Uru terdiam memerah malu.
“cieeeeeeee..ehem..ehemmmm..” Aoi dan Kai menggodanya.
Reita hanya bisa menghela nafasnya.
“ah sudah-sudah jangan di bahas lagi, nanti ngilu
gigiku..” kata Reita yang membuat mereka terbahak-bahak.
Sambil menunggu pesanan datang, mereka menceritakan
kehidupan mereka setelah lulus dari sekolah. Banyak pengalaman yang mereka
tukar sebagai pelepas rasa kangen. Mereka bercanda tawa dan saling meledek.
Padahal hujan mulai turun, tapi mereka tidak merasa dingin. Karena hangatnya
kebersamaan. Uru sesekali melihat keluar jendela dan tersenyum..
‘terima kasih
tuhan, aku bahagia pada hari ini..’
Mereka pun larut dalam canda tawa dan guyuran air hujan
pada hari itu~~
**********************
Well tamat juga ff ini!!!
Sankyuu,arigatou yang sudah comment dari awal sampe akhir
dan sampe ngerasa terbawa dengan ceritanya ini.. sankyuu mou ichidou..!!!
Gomen akhirnya tak terduga begini*Plakkkk pasti garing ya
TT^TT/
Gomen kalo semisal cerita ini nyindir kalian atau yang
merasa, tidak bermaksud deh ciyusan~~!!
sekali lagi terima kasih banget ya,,,huhuhuhu,,*berasa mau pindahan* *eh?*XDDDa...
sekali lagi terima kasih banget ya,,,huhuhuhu,,*berasa mau pindahan* *eh?*XDDDa...
No comments:
Post a Comment