Title : Argeza
Genre : fantasy,action,comedy,life,
nano-nano dah pokoknya XDDD
Cast : utamanya
Gajet yang lain numfang hehehehe..
Eps : 5
*cieeee sok anime
---------------------------------------------------------------------------------------------//
♡。゚.(*♡ The Other Shadow ♡*)゚♡ °・
Cuaca
cerah yang menyapa seluruh penjuru benua Argeza ini, di sapa dengan hangatnya
sang mentari yang perlahan menampakkan dirinya. Aktifitas pun kembali berjalan
normal dan seperti biasa para siswa Mahou Gakuen berterbangan di langit dengan
sapu terbangnya. Termasuk Ruki dengan Coda kesayangannya yang sudah pulih
kembali. Ruki melihat siswa yang lain juga nampaknya bersemangat menuju
sekolah. Ruki tak menyangka dengan cepat dia dapat bersosialisasi dengan siswa
lainnya. Padahal Ruki belum pernah punya teman satu pun. Dan pertama kali pula
Ruki harus berhadapan dengan siswa berbagai macam karakter. Kemudian Ruki tak
menyadari kalau Shin sudah ada di sampingnya dan tersenyum lebar.
“Shin?”
Ruki kaget dan menoleh ke samping.
“jangan
melamun, nanti kau akan tabrakan dengan burung yang melintas di udara seperti
ini..” ucap Shin sembari memegangi gagang depan sapu terbangnya.
“oh
iya, arigatou! Sudah memberitahu..” Ruki membalas senyuman itu.
“nee
Ruki, apa kau tidak takut satu kelompok dengan para bedebah(?) itu?” tanya Shin
dengan dahi mengerut.
“iie,
doshita? Aku rasa menghadapi mereka juga adalah tugasku. Aku harus bisa
menetralkan setiap karakter yang berbeda supaya bisa bersatu dan menjadi
kelompok terbaik!” kata Ruki dengan semangat.
“aku
belum pernah lho menemukan anak kelas satu yang berani nyolot sama ketua kelas
lain..” Shin merasa bangga dan merapatkan dirinya ke Ruki kemudian dia
merangkulnya.
“karena aku sangat sensitif dengan kata
buntet, biar sekalipun itu adalah Kamijo-sama aku tidak terima dan lebih baik
membalasnyaa..” ujar Ruki dalam senyum palsu kepada Shin. Dan kemudian
mereka sama-sama terbang menuju sekolah mereka sambil mengobrol hal lain. Dan
ini terlihat oleh Uruha yang ada dari belakang mereka. Dengan wajah jutek
khasnya, dia memandang Ruki seakan dia adalah sesuatu yang perlu di waspadai.
“bahkan
aku masih meneliti kekuatan apa yang dia miliki..” kata Uruha dengan wajah
juteknya dan melipatkan tangannya.
CRUTT!!
“eh?
ini.....EE BURUNG!!” Uruha kalap(?) ketika ada kotoran burung kena tangannya.
Dan dia melihat ke atas. Burungnya sudah kabur duluan. Dan ini membuat Uruha
kesal mendadak. Dengan terdiam sejenak dan melihat tangannya yang kena kotoran
burung, Uruha memakai sihirnya untuk membersihkannya. Dan kemudian menghilang
tanpa berbekas sama sekali. dia pun
menghela nafas dengan lega~
---------------------------------------------------------------------------------------------//
Semua
siswa sekarang berkumpul di sebuah aula sekolah tempat dimana mereka di
kumpulkan untuk memilih calon anggota kelompok kemarin. Namun sekarang Aula ini
sudah di sulap menjadi ruang tugas. Ratusan meja tersebar ke seluruh ruangan.
Meja ini berisi 5 kursi. Tujuannya setiap meja di tempati setiap satu kelompok
dan akan mendapatkan sebuah tugas. Reita, sebagai ketua siswa membuka aula itu
dan seluruh siswa berbondong menempati meja tersebut. Termasuk the gazette yang
lagi-lagi memberikan atmosfir berbeda di ruangan ini. Suasana menjadi hening
karena mereka lebih penasaran memandangi kelompok the gazette daripada
berbicara dengan sesama anggota kelompok.
“apa
tidak ada topik?” Reita memecahkan keheningan di kelompoknya saat sudah satu
meja. Kai hanya bisa memainkan ponselnya seakan dia cuek. Sementara Uruha
membaca buku dengan kacamata khasnya. Aoi mengunyah permen karet dan membuat
balon-balon dari mulutnya. Ruki langsung tertunduk di atas meja melihat
kelakuan anggotanya yang begini. Ruki tidak yakin mereka akan bersatu kalau
suasana satu meja untuk kedua kalinya saja masih begini.
“tasukete..”
ucap Reita pasrah dengan pelannya.
“sumimasen..”
Seorang
guru bernama Tetsuya Ogawa membagikan kertas berisikan tugas sekolah hari ini. Dengan
kecepatannya, dia membagikan ratusan kertas ke setiap meja. Dia mempunyai sihir
kecepatan kaki sehingga dia tidak akan capek membagikan kertas ini satu ruangan
penuh.
Kamijo-sama
datang kembali sambil berwajah bijaksana bak raja *cieee* melihat siswanya
sudah berkumpul dengan anggota kelompoknya.
“kertas
yang di bagikan oleh Tetsu-sensei adalah dimana tugas kalian untuk hari
ini..aku meminta dari setiap kelompok ada yang menciptakan hewan,tumbuhan atau
apapun yang sesuai dengan kertas yang di bagikan.. ini gunanya melatih
konsentrasi dan ketajaman fokus kalian. Walaupun kalian menginginkan benda yang
di ciptakan sempurna dari kekuatan sihir masing-masing, itu akan mustahil.
Kefokusan tiap orang tidak ada yang mencapai 100% dan benda yang di ciptakan
juga belum tentu ramah dengan yang menciptakannya. Untuk itu, berusahalah
dengan baik..” kata Kamijo dengan suara lantang membuat suasana hening sehening
heningnya. Reita melihat kertas itu bersamaan dengan yang lainnya *tumben ga
berantem* berisikan tulisan ‘menciptakan binatang’.
“eh?
Binatang? Apa ya?” kata Aoi mulai memikirkannya. Sama dengan yang lainnya
memikirkan mau menciptakan apa.
“dan
ingat, apapun yang kalian ciptakan, itu adalah bentuk bayangan lain yang
mencerminkan sifat kalian..jika mereka berontak, jinakkan mereka dengan kalian
sendiri. Tidak ada yang bisa membantu..” ucap Kamijo tiba-tiba.
“berarti,
kalau aku menciptakan hewan dia juga akan mengikuti sifat asliku?” kata Ruki
mendadak. Yang lainnya masih memikirkannya.
“baiklah
kalau begitu kita ciptakannya di ruangan terbuka saja di lapangan..” kata Kai kemudian
dia pergi mendahului teman-temannya. Dan yang lainnya mengikuti.
---------------------------------------------------------------------------------------------//
Seluruh
lapangan ini sudah di penuhi dengan kelompok siswa dan benda ciptaan yang
berbeda. Ada yang hewan sama seperti kelompok the gazette, ada yang tumbuhan
dan yang benda mati dan macam-macam. Melihat itu, untuk orang yang pertama maju
ke depan adalah Aoi. Dia merentangkan tangannya dan kemudian dengan konsentrasi
penuh dia membacakan mantra dan kemudian dari telapak tangannya keluar cahaya
besar membumbung tinggi ke langit. Dan beberapa saat kemudian, cahaya itu
meredup lalu terlihat sebuah burung gagah phoenix berbulu hitam pekat berkilau
dengan hightlight warna biru. Tatapannya pun tajam mirip dengan Aoi.
“sugeeeeeee....itu
ciptaan milik Aoi?” kata siswa yang lainnya yang memperhatikan. Aoi bengong dia
bisa menciptakan burung segagah itu dengan tinggi 6 meter dari kepala Aoi.
“na-nani
kore?” Aoi masih cengo melihat burung phoenix yang sangat tinggi itu. bukan Aoi
saja yang cengo, ke empat temannya pun sama cengo karena burung ini sangatlah
gagah sekali. yang lainnya juga ada yang menciptakan burung namun tidak ada
aura yang memancar kuat seperti phoenix ini. Phoenix itu kemudian melirik Aoi
dengan tajam. Karena takut, Aoi perlahan mundur. Namun sayang entah kenapa
kakinya menjadi kaku dan burung phoenix itu pun menurunkan kepalanya dan
mensejajarkan pandangannya dengan mata Aoi. Bisa di bayangkan kepala burung itu
sebesar apa di hadapan wajah Aoi yang sedang pucat pasi seakan dia dia di
hadapkan antara hidup dan mati *lebay*.
“phoenix
itu sedang meneliti Aoi..” kata Reita yang menggunakan kekuatan membaca
pikiran.
“eh?”
Ruki berpikir.
Phoenix
itu sedikit menggerakkan kepalanya untuk melihat-lihat Aoi. Mulai dari kaki Aoi
yang sepertinya gemetaran, mengendus-ngendus ketek(?) Aoi, dan terakhir melihat
punggung Aoi. Setelah selesai, phoenix itu seperti ke asalnya. Kepalanya tidak
merunduk lagi seperti tadi melainkan tegak dan tetap memandang Aoi dengan
tajam. Dan anehnya burung ini malah membuang wajahnya seakan dia mengacuhkan
Aoi dan kemudian dia pergi berjalan entah kemana yang membuat semua siswa minggir.
Parahnya lagi phoenix itu malah ngupil -_-
“HEH
BURUNG BEGO! MAU KEMANA?” teriak Aoi kemudian dia mengejar burung phoenix yang
berjalan santai. Dan itu di sambut tawa ledakan semua siswa melihat tingkah Aoi
dan ciptaannya.
“sekarang
aku mengerti apa yang di ucapkan dengan Kamijo..” kata Kai tiba-tiba dengan
pandangan masih melihat Aoi mengejar burung itu.
“apa?”
kata Reita menoleh ke Kai. Kemudian Kai maju ke depan dan melakukan hal yang
sama dengan Aoi. Setelah cahaya meredup dia melihat sebuah rubah putih bersih
mulus(?) dan bermata biru dengan lucu dan menggemaskan. Rubah ini bisa berdiri
dengan sempurna. Ukuran rubah ini pun sejajar dengan tinggi badan Kai dan
mereka pun saling bertatapan. Kai pertamanya berkedip-kedip melihat rubah ini.
Dan rubah itu ikut berkedip polos.
“KYAAAAA!!!”
Kai langsung memeluk si rubah yang benar-benar bermuka polos. Semuanya terkejut
ketika Kai memeluk rubah itu dengan gemas dan senangnya. Memang Kai adalah tipe
lelaki aneh, senang dengan yang berhubungan lucu menggemaskan *termasuk ruki*.
“uhhhh
lucunyaaaaa...” Kai masih memeluk erat rubah yang menurutnya empuk dan bulunya
halus sekali dan membuatnya nyaman sekali. Uruha mengucek-ngucek matanya karena
dia tidak percaya Kai dapat menciptakan rubah sejinak itu bahkan polos sekali
seperti bayi.
“hebat
sekali..aku mau mencoba tapi kenapa ragu ya?” ucap Ruki.
“tidak
usah ragu cobalah.” Ucap Uruha juteknya masih nempel(?).
Akhirnya
Ruki,Uruha dan Reita maju ke depan secara bergiliran dan melakukan hal yang
sama seperti Kai dan Aoi untuk menciptakan binatang. Ruki menciptakan orthors,
anjing berkepala dua yang wajahnya dingin. Kemudian Reita menciptakan dragon
fire, naga api yang tubuhnya berwarna merah menyala dan terakhir Uruha
menciptakan siren, sejenis wanita setengah ikan duyung yang kulitnya berwarna
biru cantik. Uruha siyok mendapatkan hewan(?) ini. Dia melihat siren yang di
ciptakannya ini lesehan dengan santai sambil memainkan rambutnya dengan centil
memberikan kedipan sebelah mata pada Uruha. Dan Uruha merasa geli melihat itu.
Naga milik Reita cukup gagah seperti Aoi. Naga itu merunduk dan Reita mengusap
sayang kepala naga itu yang sepertinya naga itu suka dengan perlakuannya Reita.
Sementara anjing berkepala dua milik Ruki yang tingginya hanya 4 meter ini
sedang menjilati wajah Ruki dengan senang dan membuat Ruki tertawa kecil
melihat tingkah mereka.
Semuanya
terpana dengan hewan ciptaannya kelompok the gazette yang benar-benar di luar
dugaan. Termasuk Kamijo yang melihat dari jendela ruangannya. Dia tersenyum melihat
itu.
---------------------------------------------------------------------------------------------//
Hizaki,
selaku wakasek sekolah ini mengunjungi lapangan dan dia melihat banyak benda
yang di ciptakan memenuhi lapangan sekolah ini. Hizaki tersenyum memandang
pemandangan yang tidak biasa ini. Dan Hizaki kembali memandang kelompok the
gazette yang masing-masing anggotanya sedang menjinakkan hewan ciptaannya.
“kulitku
yang mulus dan sekushi ini tidak betah lesehan di lapangan. Air mana air..”
kata Siren milik Uruha yang bisa berbicara layaknya manusia. Dan Uruha memberi
namanya Anagre supaya memudahkannya untuk memanggil. Saat itu Uruha sedang
duduk di lapangan sambil bersila kaki dan menopang dagunya karena kesal dengan
tingkahnya Anagre yang centil ini *lah kok bisa?* Anagre sendiri sedang lesahan
dan menghalangi wajahnya dengan tangannya mirip iklan bodi lotion yang ada di
tipi-tipi.
“sana
ke kolam, berubah lah jadi ikan biasa!” Kata Uruha jutek. Kemudian setelah di
perintahkan begitu, Anagre ngesot(?) menuju kolam yang tidak jauh letaknya dari
tempat dia lesehan(?). Uruha memegangi keningnya, seakan dia stres menciptakan
hewan jejadian ini.
“Anagre
sifatnya sama denganku, selalu merasa tinggi. Aku juga begitu, kalau tidak
perawatan paha rasanya aku ini siswa gembel..” ucap Uruha yang seakan menyadari
apa yang Kamijo katakan bahwa hewan ciptaan adalah bayangan lain dari diri
mereka sendiri. Uruha hanya bisa menghela nafas. Bingung, dia harus
memperlakukan Anagre dengan bagaimana kalau seandainya benar sifatnya akan sama
dengan Uruha yang kemungkinan akan jutek dan angkuh.
Berbeda
dengan Aoi, burung phoenix yang sekarang di beri nama Zetsu ini sedang
mengusili Aoi dengan cara mematuk-matuk kepala Aoi. Karena Zetsu sekarang tidak
raksasa seperti tadi. Aoi menaklukkannya dan membuatnya menjadi ukuran standar.
Zetsu hinggap di kepala Aoi dengan tidak sopannya. Malahan saat aksi
kejar-kejaran dengan Zetsu yang mirip di razia oleh satpol pp *plak* Zetsu
iseng bersembunyi di balik sebuah dinding. Tapi saat Aoi menengok ke dinding
itu, Zetsu menyemburkan api dari mulutnya dengan iseng tepat ke wajah Aoi. Dan
menjadi gosong mendadak *gurame bakar donk?* dan ini membuat Aoi naik pitam dan
mengejar si burung brengsek ini sambil membaca mantra mengembalikan dia seperti
semula tidak gosong seperti tadi.
“sialan!”
Aoi merutuk burung ini dengan wajah kesalnya sambil berjalan menuju kelompoknya
yang sudah berkumpul dengan hewan ciptaannya yang sudah di sihir menjadi ukuran
standar. Kemudian si Zetsu malah menyapit kuping Aoi dengan sekilas ketika di
katakan sialan oleh Aoi *poor Aoi*.
“itte!”
Aoi kesakitan dan si Zetsu malah nyengir tidak merasa dosa(?).
Saat
Aoi kembali ke kelompoknya, dia melihat Kai sedang menggendong rubah putih yang
di namainya Damashi. Kai memperlakukannya seperti kucing. Mengusap dan kemudian
mencium-cium dengan gemas. Sementara Reita sedang mengelus kepala Hedoro, naga api
yang berubah menjadi kecil itu dan sedang berada di atas tangan kirinya.
Sementara Ruki sedang jongkok dan memandangi kedua wajah anjing itu yang
sekarang bernama karasu yang hampir tidak ada bedanya. Kemudian Ruki memeluknya
dengan hangat.
“setelah
ini kita ngapain?” kata Aoi bertanya dengan cuek.
“Hizaki
datang~” seru seseorang dan semua tertuju pada Hizaki yang bak ratu jatuh dari
langit di hadapan ratusan siswa *lebeh lu ruu*.
“omedetouuuuu~~~~”
seru Hizaki membuat semuanya hening dan memandang Hizaki.
“hewan,tumbuhan
dan lain lain yang kalian ciptakan merupakan bayangan dari diri kalian. Adalah
bertujuan supaya kalian bercermin dari hewan itu dengan sikap kalian selama
ini. Maka dari itu berubahlah bagi sifatnya yang masih buruk sehingga yang di
ciptakan akan mengikuti sifat tuannya..” ucap Hizaki dengan lantang dan matanya
memandang semua siswa yang ada di hadapannya. Termasuk Uruha dan Aoi yang
merasa tersindir dengan kata-kata itu.
“apa
yang kalian ciptakan akan bermanfaat untuk suatu saat ini.. maka dari itu
simpanlah mereka dengan baik-baik..rawat mereka dengan penuh kasih sayang..”
ucap Hizaki.
“Anagre,Ayok
ke lapangan jangan berendam terus!” kata Uruha kesal menunggui duyungnya main
air di kolam ikan. Kemudian ikan itu menjelma menjadi Anagre dan dia saling
pandang dengan Uruha.
“turuti
semua perintahku, duyung jejadian!” Uruha menjewer telinga Anagre dan
menyeretnya menuju tempat kelompoknya sedang berkumpul.
“Uruha
jahat!” kata Anagre dengan nada manja.
“BERISIK!”
Uruha semakin cepat menyeretnya.
---------------------------------------------------------------------------------------------//
No comments:
Post a Comment