Sunday, March 23, 2014

Argeza ~5

Title      :               Argeza
Genre  :               fantasy,action,comedy,life, nano-nano dah pokoknya XDDD
Cast      :              utamanya Gajet yang lain numfang hehehehe..
Eps        :               5 *cieeee sok anime

---------------------------------------------------------------------------------------------//



。゚.(*The Other Shadow *) °




Cuaca cerah yang menyapa seluruh penjuru benua Argeza ini, di sapa dengan hangatnya sang mentari yang perlahan menampakkan dirinya. Aktifitas pun kembali berjalan normal dan seperti biasa para siswa Mahou Gakuen berterbangan di langit dengan sapu terbangnya. Termasuk Ruki dengan Coda kesayangannya yang sudah pulih kembali. Ruki melihat siswa yang lain juga nampaknya bersemangat menuju sekolah. Ruki tak menyangka dengan cepat dia dapat bersosialisasi dengan siswa lainnya. Padahal Ruki belum pernah punya teman satu pun. Dan pertama kali pula Ruki harus berhadapan dengan siswa berbagai macam karakter. Kemudian Ruki tak menyadari kalau Shin sudah ada di sampingnya dan tersenyum lebar.

“Shin?” Ruki kaget dan menoleh ke samping.

“jangan melamun, nanti kau akan tabrakan dengan burung yang melintas di udara seperti ini..” ucap Shin sembari memegangi gagang depan sapu terbangnya.

“oh iya, arigatou! Sudah memberitahu..” Ruki membalas senyuman itu.

“nee Ruki, apa kau tidak takut satu kelompok dengan para bedebah(?) itu?” tanya Shin dengan dahi mengerut.

“iie, doshita? Aku rasa menghadapi mereka juga adalah tugasku. Aku harus bisa menetralkan setiap karakter yang berbeda supaya bisa bersatu dan menjadi kelompok terbaik!” kata Ruki dengan semangat.

“aku belum pernah lho menemukan anak kelas satu yang berani nyolot sama ketua kelas lain..” Shin merasa bangga dan merapatkan dirinya ke Ruki kemudian dia merangkulnya.

karena aku sangat sensitif dengan kata buntet, biar sekalipun itu adalah Kamijo-sama aku tidak terima dan lebih baik membalasnyaa..” ujar Ruki dalam senyum palsu kepada Shin. Dan kemudian mereka sama-sama terbang menuju sekolah mereka sambil mengobrol hal lain. Dan ini terlihat oleh Uruha yang ada dari belakang mereka. Dengan wajah jutek khasnya, dia memandang Ruki seakan dia adalah sesuatu yang perlu di waspadai.

“bahkan aku masih meneliti kekuatan apa yang dia miliki..” kata Uruha dengan wajah juteknya dan melipatkan tangannya.

CRUTT!!

“eh? ini.....EE BURUNG!!” Uruha kalap(?) ketika ada kotoran burung kena tangannya. Dan dia melihat ke atas. Burungnya sudah kabur duluan. Dan ini membuat Uruha kesal mendadak. Dengan terdiam sejenak dan melihat tangannya yang kena kotoran burung, Uruha memakai sihirnya untuk membersihkannya. Dan kemudian menghilang tanpa berbekas sama sekali.  dia pun menghela nafas dengan lega~

---------------------------------------------------------------------------------------------//



Semua siswa sekarang berkumpul di sebuah aula sekolah tempat dimana mereka di kumpulkan untuk memilih calon anggota kelompok kemarin. Namun sekarang Aula ini sudah di sulap menjadi ruang tugas. Ratusan meja tersebar ke seluruh ruangan. Meja ini berisi 5 kursi. Tujuannya setiap meja di tempati setiap satu kelompok dan akan mendapatkan sebuah tugas. Reita, sebagai ketua siswa membuka aula itu dan seluruh siswa berbondong menempati meja tersebut. Termasuk the gazette yang lagi-lagi memberikan atmosfir berbeda di ruangan ini. Suasana menjadi hening karena mereka lebih penasaran memandangi kelompok the gazette daripada berbicara dengan sesama anggota kelompok.

“apa tidak ada topik?” Reita memecahkan keheningan di kelompoknya saat sudah satu meja. Kai hanya bisa memainkan ponselnya seakan dia cuek. Sementara Uruha membaca buku dengan kacamata khasnya. Aoi mengunyah permen karet dan membuat balon-balon dari mulutnya. Ruki langsung tertunduk di atas meja melihat kelakuan anggotanya yang begini. Ruki tidak yakin mereka akan bersatu kalau suasana satu meja untuk kedua kalinya saja masih begini.

“tasukete..” ucap Reita pasrah dengan pelannya.

“sumimasen..”

Seorang guru bernama Tetsuya Ogawa membagikan kertas berisikan tugas sekolah hari ini. Dengan kecepatannya, dia membagikan ratusan kertas ke setiap meja. Dia mempunyai sihir kecepatan kaki sehingga dia tidak akan capek membagikan kertas ini satu ruangan penuh.

Kamijo-sama datang kembali sambil berwajah bijaksana bak raja *cieee* melihat siswanya sudah berkumpul dengan anggota kelompoknya.

“kertas yang di bagikan oleh Tetsu-sensei adalah dimana tugas kalian untuk hari ini..aku meminta dari setiap kelompok ada yang menciptakan hewan,tumbuhan atau apapun yang sesuai dengan kertas yang di bagikan.. ini gunanya melatih konsentrasi dan ketajaman fokus kalian. Walaupun kalian menginginkan benda yang di ciptakan sempurna dari kekuatan sihir masing-masing, itu akan mustahil. Kefokusan tiap orang tidak ada yang mencapai 100% dan benda yang di ciptakan juga belum tentu ramah dengan yang menciptakannya. Untuk itu, berusahalah dengan baik..” kata Kamijo dengan suara lantang membuat suasana hening sehening heningnya. Reita melihat kertas itu bersamaan dengan yang lainnya *tumben ga berantem* berisikan tulisan ‘menciptakan binatang’.

“eh? Binatang? Apa ya?” kata Aoi mulai memikirkannya. Sama dengan yang lainnya memikirkan mau menciptakan apa.

“dan ingat, apapun yang kalian ciptakan, itu adalah bentuk bayangan lain yang mencerminkan sifat kalian..jika mereka berontak, jinakkan mereka dengan kalian sendiri. Tidak ada yang bisa membantu..” ucap Kamijo tiba-tiba.

“berarti, kalau aku menciptakan hewan dia juga akan mengikuti sifat asliku?” kata Ruki mendadak. Yang lainnya masih memikirkannya.

“baiklah kalau begitu kita ciptakannya di ruangan terbuka saja di lapangan..” kata Kai kemudian dia pergi mendahului teman-temannya. Dan yang lainnya mengikuti.

---------------------------------------------------------------------------------------------//



Seluruh lapangan ini sudah di penuhi dengan kelompok siswa dan benda ciptaan yang berbeda. Ada yang hewan sama seperti kelompok the gazette, ada yang tumbuhan dan yang benda mati dan macam-macam. Melihat itu, untuk orang yang pertama maju ke depan adalah Aoi. Dia merentangkan tangannya dan kemudian dengan konsentrasi penuh dia membacakan mantra dan kemudian dari telapak tangannya keluar cahaya besar membumbung tinggi ke langit. Dan beberapa saat kemudian, cahaya itu meredup lalu terlihat sebuah burung gagah phoenix berbulu hitam pekat berkilau dengan hightlight warna biru. Tatapannya pun tajam mirip dengan Aoi.

“sugeeeeeee....itu ciptaan milik Aoi?” kata siswa yang lainnya yang memperhatikan. Aoi bengong dia bisa menciptakan burung segagah itu dengan tinggi 6 meter dari kepala Aoi.

“na-nani kore?” Aoi masih cengo melihat burung phoenix yang sangat tinggi itu. bukan Aoi saja yang cengo, ke empat temannya pun sama cengo karena burung ini sangatlah gagah sekali. yang lainnya juga ada yang menciptakan burung namun tidak ada aura yang memancar kuat seperti phoenix ini. Phoenix itu kemudian melirik Aoi dengan tajam. Karena takut, Aoi perlahan mundur. Namun sayang entah kenapa kakinya menjadi kaku dan burung phoenix itu pun menurunkan kepalanya dan mensejajarkan pandangannya dengan mata Aoi. Bisa di bayangkan kepala burung itu sebesar apa di hadapan wajah Aoi yang sedang pucat pasi seakan dia dia di hadapkan antara hidup dan mati *lebay*.

“phoenix itu sedang meneliti Aoi..” kata Reita yang menggunakan kekuatan membaca pikiran.

“eh?” Ruki berpikir.

Phoenix itu sedikit menggerakkan kepalanya untuk melihat-lihat Aoi. Mulai dari kaki Aoi yang sepertinya gemetaran, mengendus-ngendus ketek(?) Aoi, dan terakhir melihat punggung Aoi. Setelah selesai, phoenix itu seperti ke asalnya. Kepalanya tidak merunduk lagi seperti tadi melainkan tegak dan tetap memandang Aoi dengan tajam. Dan anehnya burung ini malah membuang wajahnya seakan dia mengacuhkan Aoi dan kemudian dia pergi berjalan entah kemana yang membuat semua siswa minggir. Parahnya lagi phoenix itu malah ngupil  -_-

“HEH BURUNG BEGO! MAU KEMANA?” teriak Aoi kemudian dia mengejar burung phoenix yang berjalan santai. Dan itu di sambut tawa ledakan semua siswa melihat tingkah Aoi dan ciptaannya.

“sekarang aku mengerti apa yang di ucapkan dengan Kamijo..” kata Kai tiba-tiba dengan pandangan masih melihat Aoi mengejar burung itu.

“apa?” kata Reita menoleh ke Kai. Kemudian Kai maju ke depan dan melakukan hal yang sama dengan Aoi. Setelah cahaya meredup dia melihat sebuah rubah putih bersih mulus(?) dan bermata biru dengan lucu dan menggemaskan. Rubah ini bisa berdiri dengan sempurna. Ukuran rubah ini pun sejajar dengan tinggi badan Kai dan mereka pun saling bertatapan. Kai pertamanya berkedip-kedip melihat rubah ini. Dan rubah itu ikut berkedip polos.

“KYAAAAA!!!” Kai langsung memeluk si rubah yang benar-benar bermuka polos. Semuanya terkejut ketika Kai memeluk rubah itu dengan gemas dan senangnya. Memang Kai adalah tipe lelaki aneh, senang dengan yang berhubungan lucu menggemaskan *termasuk ruki*.

“uhhhh lucunyaaaaa...” Kai masih memeluk erat rubah yang menurutnya empuk dan bulunya halus sekali dan membuatnya nyaman sekali. Uruha mengucek-ngucek matanya karena dia tidak percaya Kai dapat menciptakan rubah sejinak itu bahkan polos sekali seperti bayi.

“hebat sekali..aku mau mencoba tapi kenapa ragu ya?” ucap Ruki.

“tidak usah ragu cobalah.” Ucap Uruha juteknya masih nempel(?).

Akhirnya Ruki,Uruha dan Reita maju ke depan secara bergiliran dan melakukan hal yang sama seperti Kai dan Aoi untuk menciptakan binatang. Ruki menciptakan orthors, anjing berkepala dua yang wajahnya dingin. Kemudian Reita menciptakan dragon fire, naga api yang tubuhnya berwarna merah menyala dan terakhir Uruha menciptakan siren, sejenis wanita setengah ikan duyung yang kulitnya berwarna biru cantik. Uruha siyok mendapatkan hewan(?) ini. Dia melihat siren yang di ciptakannya ini lesehan dengan santai sambil memainkan rambutnya dengan centil memberikan kedipan sebelah mata pada Uruha. Dan Uruha merasa geli melihat itu. Naga milik Reita cukup gagah seperti Aoi. Naga itu merunduk dan Reita mengusap sayang kepala naga itu yang sepertinya naga itu suka dengan perlakuannya Reita. Sementara anjing berkepala dua milik Ruki yang tingginya hanya 4 meter ini sedang menjilati wajah Ruki dengan senang dan membuat Ruki tertawa kecil melihat tingkah mereka.

Semuanya terpana dengan hewan ciptaannya kelompok the gazette yang benar-benar di luar dugaan. Termasuk Kamijo yang melihat dari jendela ruangannya. Dia tersenyum melihat itu.

---------------------------------------------------------------------------------------------//



Hizaki, selaku wakasek sekolah ini mengunjungi lapangan dan dia melihat banyak benda yang di ciptakan memenuhi lapangan sekolah ini. Hizaki tersenyum memandang pemandangan yang tidak biasa ini. Dan Hizaki kembali memandang kelompok the gazette yang masing-masing anggotanya sedang menjinakkan hewan ciptaannya.

“kulitku yang mulus dan sekushi ini tidak betah lesehan di lapangan. Air mana air..” kata Siren milik Uruha yang bisa berbicara layaknya manusia. Dan Uruha memberi namanya Anagre supaya memudahkannya untuk memanggil. Saat itu Uruha sedang duduk di lapangan sambil bersila kaki dan menopang dagunya karena kesal dengan tingkahnya Anagre yang centil ini *lah kok bisa?* Anagre sendiri sedang lesahan dan menghalangi wajahnya dengan tangannya mirip iklan bodi lotion yang ada di tipi-tipi.

“sana ke kolam, berubah lah jadi ikan biasa!” Kata Uruha jutek. Kemudian setelah di perintahkan begitu, Anagre ngesot(?) menuju kolam yang tidak jauh letaknya dari tempat dia lesehan(?). Uruha memegangi keningnya, seakan dia stres menciptakan hewan jejadian ini.

“Anagre sifatnya sama denganku, selalu merasa tinggi. Aku juga begitu, kalau tidak perawatan paha rasanya aku ini siswa gembel..” ucap Uruha yang seakan menyadari apa yang Kamijo katakan bahwa hewan ciptaan adalah bayangan lain dari diri mereka sendiri. Uruha hanya bisa menghela nafas. Bingung, dia harus memperlakukan Anagre dengan bagaimana kalau seandainya benar sifatnya akan sama dengan Uruha yang kemungkinan akan jutek dan angkuh.

Berbeda dengan Aoi, burung phoenix yang sekarang di beri nama Zetsu ini sedang mengusili Aoi dengan cara mematuk-matuk kepala Aoi. Karena Zetsu sekarang tidak raksasa seperti tadi. Aoi menaklukkannya dan membuatnya menjadi ukuran standar. Zetsu hinggap di kepala Aoi dengan tidak sopannya. Malahan saat aksi kejar-kejaran dengan Zetsu yang mirip di razia oleh satpol pp *plak* Zetsu iseng bersembunyi di balik sebuah dinding. Tapi saat Aoi menengok ke dinding itu, Zetsu menyemburkan api dari mulutnya dengan iseng tepat ke wajah Aoi. Dan menjadi gosong mendadak *gurame bakar donk?* dan ini membuat Aoi naik pitam dan mengejar si burung brengsek ini sambil membaca mantra mengembalikan dia seperti semula tidak gosong seperti tadi.

“sialan!” Aoi merutuk burung ini dengan wajah kesalnya sambil berjalan menuju kelompoknya yang sudah berkumpul dengan hewan ciptaannya yang sudah di sihir menjadi ukuran standar. Kemudian si Zetsu malah menyapit kuping Aoi dengan sekilas ketika di katakan sialan oleh Aoi *poor Aoi*.

“itte!” Aoi kesakitan dan si Zetsu malah nyengir tidak merasa dosa(?).

Saat Aoi kembali ke kelompoknya, dia melihat Kai sedang menggendong rubah putih yang di namainya Damashi. Kai memperlakukannya seperti kucing. Mengusap dan kemudian mencium-cium dengan gemas. Sementara Reita sedang mengelus kepala Hedoro, naga api yang berubah menjadi kecil itu dan sedang berada di atas tangan kirinya. Sementara Ruki sedang jongkok dan memandangi kedua wajah anjing itu yang sekarang bernama karasu yang hampir tidak ada bedanya. Kemudian Ruki memeluknya dengan hangat.

“setelah ini kita ngapain?” kata Aoi bertanya dengan cuek.

“Hizaki datang~” seru seseorang dan semua tertuju pada Hizaki yang bak ratu jatuh dari langit di hadapan ratusan siswa *lebeh lu ruu*.

“omedetouuuuu~~~~” seru Hizaki membuat semuanya hening dan memandang Hizaki.

“hewan,tumbuhan dan lain lain yang kalian ciptakan merupakan bayangan dari diri kalian. Adalah bertujuan supaya kalian bercermin dari hewan itu dengan sikap kalian selama ini. Maka dari itu berubahlah bagi sifatnya yang masih buruk sehingga yang di ciptakan akan mengikuti sifat tuannya..” ucap Hizaki dengan lantang dan matanya memandang semua siswa yang ada di hadapannya. Termasuk Uruha dan Aoi yang merasa tersindir dengan kata-kata itu.

“apa yang kalian ciptakan akan bermanfaat untuk suatu saat ini.. maka dari itu simpanlah mereka dengan baik-baik..rawat mereka dengan penuh kasih sayang..” ucap Hizaki.

“Anagre,Ayok ke lapangan jangan berendam terus!” kata Uruha kesal menunggui duyungnya main air di kolam ikan. Kemudian ikan itu menjelma menjadi Anagre dan dia saling pandang dengan Uruha.

“turuti semua perintahku, duyung jejadian!” Uruha menjewer telinga Anagre dan menyeretnya menuju tempat kelompoknya sedang berkumpul.

“Uruha jahat!” kata Anagre dengan nada manja.

“BERISIK!” Uruha semakin cepat menyeretnya.

---------------------------------------------------------------------------------------------//


No comments:

Post a Comment