Monday, March 10, 2014

-Argeza 1-

Title      :               Argeza
Genre  :               fantasy,comedy,life, nano-nano dah pokoknya XDDD
Cast      :              utamanya Gajet yang lain numfang hehehehe..
Eps        :               1 *cieeee sok anime

---------------------------------------------------------------------------------------------//



。゚.(*Chronicle Of Argeza *) °


Kalian pernah dengar benua Argeza??
Benua yang memiliki teknologi canggih, manusia yang mempunyai kekuatan supranatural dan juga sihir??
Atau sekolah sihir yang tidak pernah kalian temukan??

Semuanya ada di Argeza. Suatu benua yang di huni 1000 manusia dengan berbagai macam kekuatan supranatural yang masing-masing dimilikinya. Tapi yang paling umum adalah sihir. Sejak anak manusia lahir di benua ini, mereka mempunyai kekuatan sihir yang umumnya standar. Kekuatan itu hanya di gunakan untuk kebaikan. Jika tidak, mereka akan di penjarakan sesuai undang-undang yang di buat Argeza. Benua ini sama saja dengan benua lainnya, kehidupannya, jalan di kota-kota ramai, dan juga orang-orangnya. Yang membedakan hanya teknologi yang sudah maju di banding yang lain, orang-orangnya yang sudah turun temurun memiliki kekuatan.

Di antara 1000 manusia yang memiliki sihir hanya ada satu anak yang tidak mempunyai kekuatan sihir sejak lahir. Keanehan itu terjadi ketika Hyde dan Mika yang menjadi orangtua anak yang bernama Ruki ini lahir ke dunia. Biasanya bayi yang lahir akan menangis keras dengan tangan dan kakinya yang bergerak-gerak. Dan kalau bayinya mengamuk gerakan tangannya jangan di sentuh, karena bisa-bisa anda akan terdorong kuat karena sihir yang sudah di miliki bayi. Tapi berbeda dengan Ruki, bayi buntet yang terlahir dengan tangisan biasa dan gerakan tangan biasa tidak menendang. Dia tidak rewel atau apapun yang jelas lebih anteng di bandingkan bayi pada umumnya.

Kedua orangtuanya keanehan, anak mereka sampai menginjak 16 tahun masih tidak memiliki kekuatan sihir walaupun sihir standar yang di miliki orang-orang Argeza. Mereka cemas kalau ada seseorang yang berniat menyakitinya dengan menggunakan sihir. Untuk itu, saat ini Ruki sedang ada di hadapan kedua orangtuanya duduk manis menatap kedua orangtuanya. Hyde dan Mika pun duduk berhadapan dengan anaknya.

“bagaimana kalau kau sekolah di sekolah sihir?” kata Hyde sambil melipatkan tangannya dan berpikir keras.

“hah? Sekolah sihir?” Ruki kaget mendengar itu.

“mama cemas kalau anak mama yang buntet satu-satunya ini di aniaya seseorang dengan memakai sihir..kau tidak bisa melawannya kan?” ujar Mika dengan tampang khawatir. Ruki langsung memanyunkan bibirnya karena mamanya berkata begitu,

“mulai besok, Ayah akan daftarkan bagaimana?” kata Hyde sambil melipatkan kaki kanannya ke atas kaki kiri.

“jadi, nanti hanya aku yang tidak bisa sihir di sana, mereka akan mengetahuinya..” kata Ruki cemas.

“tidak, semua siswanya punya kewajiban saling tolong-menolong di sekolah..” pikir Mika dengan yakin.

“Oh..” Ruki membulatkan bibirnya. Mika dan Hyde pun saling bertatapan dan mengangguk. Tinggal Ruki yang garuk-garuk kepala heran melihat kedua orangtuanya.

---------------------------------------------------------------------------------------------//



Ruki memang tidak punya teman sejak kecil, bahkan tidak satupun. Dia bukan tipe yang suka bersosialisasi dengan orang lain. Selalu mandiri dan tidak pernah merepotkan orang lain. Tapi Ruki beruntung tidak memiliki musuh atas ketidaksosialisasinya.

Ruki sekarang berjalan menuju sebuah sekolah sihir yang di katakan Ayahnya tadi. Karena dia tidak punya kekuatan sihir, dia menempuh jarak setengah jam untuk berjalan ke sekolah itu karena dia penasaran. Seumur hidupnya dia hanya mendengar sekolah sihir dan dia tidak tahu siapa-siapa yang menjadi murid. Karena identitasnya memang tertutup sekali sekolah ini. Sekolah ini gunanya untuk meningkatkan kekuatan sihir karena ada isu dari pemerintah kalau benua ini akan di serang dari berbagai penjuru dunia. Entah alasannya apa yang jelas Ruki tidak begitu menyimak dan hanya cuek menanggapinya.

Tidak terasa setengah jam sudah dia sampai dan dia tidak bisa masuk ke gerbangnya hanya bisa dari kejauhan sekitar jarak 500meter. Di sebuah gang jalan, Ruki mengintip keadaan sekolah sihir itu. dia melihat murid-murid itu memakai sapu terbang yang menjadi alat transportasi menuju sekolah sihir itu. gedungnya yang memang besar dan menjulang tinggi membuat Ruki kagum. Semua muridnya mengenakan seragam jubah bertudung berwarna hitam. Pantas, tidak ada yang tahu siapa yang telah menjadi murid di situ. Yang jelas sekarang Ruki semakin terpancing ingin segera menjadi murid baru di situ dan mengetahui sekolah sihir yang di bayangkannya itu gelap, suram dan penuh kehororan -_-

Ruki kemudian mengangguk sekali dan bertekad akan menjalani pelajaran sihir di sekolah itu kemudian dia kembali ke rumahnya dengan berjalan kaki. Dalam perjalanannya itu, Ruki membayangkan dia bisa sihir dan melakukan apa saja yang berhubungan dengan kebaikan sampai dia senyum-senyum di jalan dan tidak sadar kalau langkahnya itu akan membawa sebuah bencana.

“AH!!!”

Ruki menabrak seseorang berambut pirang dan bermata tajam. Yang jatuh itu Ruki, jadi Ruki segera bangkit dan segera membungkukkan badannya meminta maaf atas kejadian ini.

“maaf tidak sengaja..” Ruki merasa tidak enak karena orang yang di tabraknya ini seakan orang dewasa. Maklum Ruki mungil jadi dia merasa selalu masih kecil jika bertemu dengan orang yang tinggi darinya.

“daijyoubu.” Singkat orang itu sambil menepuk-nepuk celana hitam lebarnya dan berjalan melewati Ruki yang cengo karena dia baru bertemu dengan orang jutek sejutek yang barusan melewatinya. Ruki menoleh dan melihat dia berjalan. Dia mengenakan celana hitam ukuran lebar dan jubah hitam bertudung sama persis seperti murid sekolah sihir yang dia lihat. Ruki menyipitkan matanya karena dia beranggapan kalau orang yang di tabraknya tadi adalah seorang siswa sekolah sihir itu. tapi kenapa dia tidak menggunakan sapu terbang seperti kebanyakan siswa lainnya yang pergi ke sekolah itu. atau mungkin dia hanya orang biasa yang memang berpakaian mirip dengan siswa sana. Entahlah Ruki lebih baik membalikkan badannya dan berjalan menuju rumahnya. Namun nyatanya orang yang berambut pirang dan bermata tajam itu melihat tangan kirinya mengeluarkan cahaya dan dia berhenti dan dia seakan mengetahui sesuatu. Saat dia menoleh ke belakang, Ruki sudah tidak ada..

---------------------------------------------------------------------------------------------//



Mpon atau nama aslinya Hiroto ini adalah sepupunya Ruki. Mika selalu mengajaknya ke rumah untuk sekedar menyuruh Mpon untuk menyicip kue buatannya apa ada yang kurang. Dan Ruki sendiri menganggap Mpon itu seperti adiknya, karena Ruki anak satu-satunya dan Mpon yang selalu ke sini itu selalu manja terhadap Mika. Ruki tidak cemburu Mpon selalu manja ke Mika karena orangtua Mpon sudah meninggal karena kecelakaan beberapa tahun yang lalu dan dia tinggal dengan neneknya sekarang.

Ruki melihat Mpon sedang menyicip kue sampai mulutnya belepotan dan Mika tertawa kecil melihat tingkahnya. Ruki melepas alas kakinya dan menyimpan di rak kemudian masuk ke dalam rumah tepatnya ke arah Mika dan Mpon. Ruki melihat kue nya habis setengah di makan Mpon.

“ihhh, Mpon kenapa menghabiskannya??” Ruki ngamuk melihat kue itu seakan tidak akan tersisa lagi untuknya. Mpon yang sibuk menjilati jari demi jari dan sela-sela jarinya terhenti dan melihat Ruki sedang kecewa tidak kebagian kue.

“tenanglah..” Mpon dengan tersenyum mengulurkan tangannya dan telapak tangannya di buka lebar dan kemudian muncul cahaya berwarna kuning dan sesaat kemudian kue yang semula hanya setengah sekarang menjadi utuh sempurna. Mpon tersenyum ke arah Mika, Mika juga senyum sambil geleng-geleng kepalanya.

“enaknya punya sihir..” kata Ruki melamun memandang kue itu. mpon langsung terdiam dan memandang Ruki sedih.

“ku dengar kau akan masuk sekolah sihir ya besok? Ibumu yang memberitahuku..” kata Mpon merapatkan dirinya ke Ruki. Ruki langsung menoleh ke arah Mpon dan berpikir sejenak.

“kau sudah memanfaatkan apa saja dari sihir itu?” tanya Ruki.

“apa ya? yang jelas segala yang berhubungan dengan makanan aku akan menciptakannya kembali, kau tahu sendiri aku gampang lapar..hehehe...” ungkap Mpon sambil menggaruk kepalanya.

“kalau aku yang mendapatkannya, aku ingin membuka praktek kesehatan untuk menyembuhkan orang..” kata Ruki memandang kembali kuenya.

“Ruki...” Mika merasa tersentuh dengan perkataannya. Mpon langsung merangkul Ruki yang tinggi badannya tidak jauh beda dengannya dan menatap Ruki seolah dia sedang memberi energi positif untuk bersemangat,

“aku yakin kau akan jadi penyihir yang hebat nantinya..” kata Mpon. Ruki menatap Mpon dan tersenyum datar.

“itadakimasu..” Ruki memakan kue itu dan bersama Mpon mereka saling suap menyuap. Mika senang melihat keakraban mereka.

---------------------------------------------------------------------------------------------//



Hyde menonton sebuah berita di TV sambil makan kacang goreng(?) dengan seriusnya. Tidak lupa kacamata yang bingkainya besar yang sedang nge-trend saat ini.

‘Pemirsa, di duga sekarang akan menjadi siaga satu untuk berjaga-jaga melindungi benua Argeza. Ada beberapa penyihir hebat yang akan menyerang Argeza dan akan mengambil ahli benua ini. Dengan itu nantinya pemerintah akan memberikan keputusan untuk seluruh masyarakat benua Argeza’

“Ayah, memang kenapa benua ini harus di jaga-jaga sampai siaga satu?” kata Ruki yang mendekati Ayahnya dan ikutan makan kacang goreng. Mpon sendiri membantu Mika untuk membuat kue yang lainnya di bantu dengan sihir Mpon.

“Argeza kan incaran orang-orang luar sana, karena kita benua yang paling maju dan sudah mempunyai sihir..” jelas Hyde sambil makan kacang. Ruki duduk di samping Hyde dan mengambil kacang di toples yang di pegang Hyde.

“oh begitu, maksudnya mengambil ahli bagaimana?” tanya Ruki polos.

“mereka punya kekuatan sihir , tapi tidak maju teknologinya..jadi mereka mengincar benua ini dan kasarnya sih kita akan di perbudak begitu..” pikir Mpon sambil mengaduk adonan dan membuat Ruki dan Hyde menengok ke belakang.

“Oh..” Hyde dan Ruki sama-sama membulatkan bibirnya.

“tapi kan masih siaga satu, berarti kemungkinan itu cuma isu selewat..dari dulu juga selalu mengatakan siaga satu tapi nyatanya tidak ada tindak lanjutan..” tambah Mika yang sedang mencetak adonan kue ke dalam loyang berbentuk persegi.

“tapi aku masih penasaran, kenapa sekolah sihir itu tertutup dan kita tidak tahu siswanya siapa saja? Memang sih karena mereka memakai sapu terbang untuk menuju sekolahnya tapi pasti siswa itu akan datang ke rumahnya dan tetangga juga akan tahu kan?” pikir Ruki.

“aku juga masih memikirkan itu, kenapa ya?” pikir Mpon tiba-tiba. Ruki hanya bisa mengangkat pundaknya seakan dia juga mengatakan mana dia tahu -_-

---------------------------------------------------------------------------------------------//



Seseorang yang berambut pirang yang di tabrak Ruki ini sedang mengaduk kopinya di sebuah cafe. Dia masih terpikirkan dengan tangan kirinya yang langsung mengeluarkan cahaya setelah bertabrakan dengan Ruki. Orang ini mempunyai  kekuatan untuk mengukur kekuatan sihir atau kekuatan supranatural seseorang dengan hanya bersentuhan. Dia bingung dengan Ruki, rasanya dia ingin memprediksi lebih dalam lagi tentang Ruki tapi sudah kehilangan jejak.

“omatase..” seseorang berambut hitam pekat menghampiri rambut pirang yang tengah melamun.

“Oh..” si pirang ini langsung tersadarkan dengan kedatangan si hitam pekat.

“kenapa melamun,Uruha?” kata si hitam pekat yang bernama Aoi ini duduk di hadapannya. Ternyata si pirang adalah Uruha XDD *sok misterius*.

“hari ini kau bolos sekolah ya? ada apa lagi?” kata Aoi kebingungan.

“ah, tidak kenapa-kenapa..aku malas saja..tapi-“ Uruha masih terpikirkan kejadian tadi.

“mentang-mentang naik level sekarang sombong tidak masuk kelas..” kira Aoi langsung bersandar ke belakang kursi.

“aku bertemu dengan seseorang yang mustahil jika aku katakan dia memiliki kekuatan yang sangat besar..” ungkap Uruha dengan serius kepada Aoi.

“heh? Serius? Kapan?” Aoi jadi penasaran.

“tadi aku tabrakan dengan anak kecil, yah buntet gitu lah, tapi manis sih.. dan tangan kiriku mengeluarkan cahaya tidak seperti biasanya..” kata Uruha melihat kembali telapak tangan kirinya.

“murid sekolah mungkin, yang bisa punya kekuatan kan hanya anak sekolah sihir..” kira Aoi melipatkan tangannya.

“dia bukan murid sekolah sihir, aku tahu persis siapa saja yang menjadi murid sekolah sihir..” pikir Uruha sambil mengaduk kembali kopinya.

“kau yakin?” kata Aoi. Uruha menggeleng polos.

“ya ampun..” Aoi tepok jidat.

---------------------------------------------------------------------------------------------//



Ruki di kamarnya sedang membaca buku tentang sihir, ada beberapa alat yang menjadi pendukung seorang penyihir. Di dalamnya ada beberapa mantra yang bisa Ruki ucapkan jika Ruki mau. Ruki yang terlengkup di atas kasur langsung menggulingkan(?) tubuhnya menjadi rebahan dan membuka buku sihir itu dengan lebar-lebar. Dia berpikir sejenak kemudian mencoba menaruh buku itu di atas kasur dan dia turun dari kasur lalu mengambil sapu di pojokan ruang kamarnya. Setelah mengambil dia naik ke atas kasur dan mengapit sapu tersebut dengan kedua kakinya. Dia menoleh ke arah buku dan sedikit menyipitkan matanya dan membaca mantra. Setelah menghapal beberapa detik dia pun lalu mempraktekkannya.

“fiure a’lfaur!!” seru Ruki kemudian dia loncat dengan mengapit sapu tersebut dari kasurnya.

GEDEBRUK!!

“suara apa sih?” Mpon bingung dengan di lantai dua di kamarnya Ruki.

“tengok sana..” suruh Mika. Mpon pun menuju kamarnya Ruki dan kemudian dia membuka pintu Ruki.

“HEEE???” Mpon kaget ketika dia melihat Ruki sedang terjatuh tengkurep dengan  tumpukan buku menimbunnya. Ruki Cuma cengar-cengir gaje di lihat Mpon.

“kau habis melakukan apa? Sampai ada sapu dan tertimbun buku begini?” pikir Mpon bingung dengan tingkah Ruki. Mpon membantu Ruki untuk bangkit dari jatuhnya dan Mpon melihat buku yang terbuka di atas kasur.

“jangan-jangan karena ini..” kata Mpon.

“aku gagal melakukan sihir..” ungkap Ruki sedih. Mpon menutup buku itu menyimpan di atas meja dan membawa Ruki agar duduk di atas kasurnya.

“sihir tidak bisa di lakukan dengan semudah itu, kau harus punya kekuatan supranatural dari dalam dirimu sendiri..” kata Mpon menasehati.

“tapi aku mau seperti dirimu,walau standar tapi setidaknya sama seperti yang lainnya..” Ruki seakan ingin menangis.

“sabarlah, besok kan sudah masuk sekolah sihir. Oh iya namanya apa itu sekolah?” Mpon memegang pundaknya Ruki.

“Mahou Gakuen..” kata Ruki dengan airmata yang menumpuk di bawah matanya.

“hah,maho??” Mpon kaget.

“MAHOU TAU! PAKE U!!” seru Ruki ngamuk.

“iya-iya maaf, gomenasai,sumimasen..” kata Mpon dengan bete mengatakan itu. ruki menjulurkan lidahnya.

Yah, Ruki sangat penasaran dengan sihir. Dia benar-benar tidak bisa sihir sama sekali meskipun dia berusaha baca mantra. Sebenarnya Ruki itu siapa? Kenapa hanya dia sendiri yang tidak memiliki sihir sejak lahir? Dan apa yang akan Uruha lakukan jika benar Ruki mempunyai kekuatan besar yang padahal dia belum tahu kalau Ruki tidak punya kekuatan sihir sama sekali?

---------------------------------------------------------------------------------------------//



Jiahahahahah gomen itulah prolog yang ancur sekaleeehhh~~ >.<
Mungkin pada aneh ngebacanya X’DDDDDDDDD..


No comments:

Post a Comment