Title : Argeza
Genre : fantasy,comedy,life,
nano-nano dah pokoknya XDDD
Cast : utamanya
Gajet yang lain numfang hehehehe..
Eps : 1
*cieeee sok anime
---------------------------------------------------------------------------------------------//
♡。゚.(*♡ Chronicle Of Argeza ♡*)゚♡ °・
Kalian
pernah dengar benua Argeza??
Benua
yang memiliki teknologi canggih, manusia yang mempunyai kekuatan supranatural
dan juga sihir??
Atau
sekolah sihir yang tidak pernah kalian temukan??
Semuanya
ada di Argeza. Suatu benua yang di huni 1000 manusia dengan berbagai macam
kekuatan supranatural yang masing-masing dimilikinya. Tapi yang paling umum
adalah sihir. Sejak anak manusia lahir di benua ini, mereka mempunyai kekuatan
sihir yang umumnya standar. Kekuatan itu hanya di gunakan untuk kebaikan. Jika
tidak, mereka akan di penjarakan sesuai undang-undang yang di buat Argeza.
Benua ini sama saja dengan benua lainnya, kehidupannya, jalan di kota-kota
ramai, dan juga orang-orangnya. Yang membedakan hanya teknologi yang sudah maju
di banding yang lain, orang-orangnya yang sudah turun temurun memiliki
kekuatan.
Di
antara 1000 manusia yang memiliki sihir hanya ada satu anak yang tidak
mempunyai kekuatan sihir sejak lahir. Keanehan itu terjadi ketika Hyde dan Mika
yang menjadi orangtua anak yang bernama Ruki ini lahir ke dunia. Biasanya bayi
yang lahir akan menangis keras dengan tangan dan kakinya yang bergerak-gerak.
Dan kalau bayinya mengamuk gerakan tangannya jangan di sentuh, karena bisa-bisa
anda akan terdorong kuat karena sihir yang sudah di miliki bayi. Tapi berbeda
dengan Ruki, bayi buntet yang terlahir dengan tangisan biasa dan gerakan tangan
biasa tidak menendang. Dia tidak rewel atau apapun yang jelas lebih anteng di
bandingkan bayi pada umumnya.
Kedua
orangtuanya keanehan, anak mereka sampai menginjak 16 tahun masih tidak
memiliki kekuatan sihir walaupun sihir standar yang di miliki orang-orang
Argeza. Mereka cemas kalau ada seseorang yang berniat menyakitinya dengan
menggunakan sihir. Untuk itu, saat ini Ruki sedang ada di hadapan kedua
orangtuanya duduk manis menatap kedua orangtuanya. Hyde dan Mika pun duduk
berhadapan dengan anaknya.
“bagaimana
kalau kau sekolah di sekolah sihir?” kata Hyde sambil melipatkan tangannya dan
berpikir keras.
“hah?
Sekolah sihir?” Ruki kaget mendengar itu.
“mama
cemas kalau anak mama yang buntet satu-satunya ini di aniaya seseorang dengan
memakai sihir..kau tidak bisa melawannya kan?” ujar Mika dengan tampang
khawatir. Ruki langsung memanyunkan bibirnya karena mamanya berkata begitu,
“mulai
besok, Ayah akan daftarkan bagaimana?” kata Hyde sambil melipatkan kaki
kanannya ke atas kaki kiri.
“jadi,
nanti hanya aku yang tidak bisa sihir di sana, mereka akan mengetahuinya..”
kata Ruki cemas.
“tidak,
semua siswanya punya kewajiban saling tolong-menolong di sekolah..” pikir Mika
dengan yakin.
“Oh..”
Ruki membulatkan bibirnya. Mika dan Hyde pun saling bertatapan dan mengangguk.
Tinggal Ruki yang garuk-garuk kepala heran melihat kedua orangtuanya.
---------------------------------------------------------------------------------------------//
Ruki
memang tidak punya teman sejak kecil, bahkan tidak satupun. Dia bukan tipe yang
suka bersosialisasi dengan orang lain. Selalu mandiri dan tidak pernah
merepotkan orang lain. Tapi Ruki beruntung tidak memiliki musuh atas
ketidaksosialisasinya.
Ruki
sekarang berjalan menuju sebuah sekolah sihir yang di katakan Ayahnya tadi.
Karena dia tidak punya kekuatan sihir, dia menempuh jarak setengah jam untuk
berjalan ke sekolah itu karena dia penasaran. Seumur hidupnya dia hanya
mendengar sekolah sihir dan dia tidak tahu siapa-siapa yang menjadi murid.
Karena identitasnya memang tertutup sekali sekolah ini. Sekolah ini gunanya
untuk meningkatkan kekuatan sihir karena ada isu dari pemerintah kalau benua
ini akan di serang dari berbagai penjuru dunia. Entah alasannya apa yang jelas
Ruki tidak begitu menyimak dan hanya cuek menanggapinya.
Tidak
terasa setengah jam sudah dia sampai dan dia tidak bisa masuk ke gerbangnya
hanya bisa dari kejauhan sekitar jarak 500meter. Di sebuah gang jalan, Ruki
mengintip keadaan sekolah sihir itu. dia melihat murid-murid itu memakai sapu
terbang yang menjadi alat transportasi menuju sekolah sihir itu. gedungnya yang
memang besar dan menjulang tinggi membuat Ruki kagum. Semua muridnya mengenakan
seragam jubah bertudung berwarna hitam. Pantas, tidak ada yang tahu siapa yang
telah menjadi murid di situ. Yang jelas sekarang Ruki semakin terpancing ingin
segera menjadi murid baru di situ dan mengetahui sekolah sihir yang di bayangkannya
itu gelap, suram dan penuh kehororan -_-
Ruki
kemudian mengangguk sekali dan bertekad akan menjalani pelajaran sihir di
sekolah itu kemudian dia kembali ke rumahnya dengan berjalan kaki. Dalam
perjalanannya itu, Ruki membayangkan dia bisa sihir dan melakukan apa saja yang
berhubungan dengan kebaikan sampai dia senyum-senyum di jalan dan tidak sadar kalau
langkahnya itu akan membawa sebuah bencana.
“AH!!!”
Ruki
menabrak seseorang berambut pirang dan bermata tajam. Yang jatuh itu Ruki, jadi
Ruki segera bangkit dan segera membungkukkan badannya meminta maaf atas
kejadian ini.
“maaf
tidak sengaja..” Ruki merasa tidak enak karena orang yang di tabraknya ini
seakan orang dewasa. Maklum Ruki mungil jadi dia merasa selalu masih kecil jika
bertemu dengan orang yang tinggi darinya.
“daijyoubu.”
Singkat orang itu sambil menepuk-nepuk celana hitam lebarnya dan berjalan
melewati Ruki yang cengo karena dia baru bertemu dengan orang jutek sejutek
yang barusan melewatinya. Ruki menoleh dan melihat dia berjalan. Dia mengenakan
celana hitam ukuran lebar dan jubah hitam bertudung sama persis seperti murid
sekolah sihir yang dia lihat. Ruki menyipitkan matanya karena dia beranggapan
kalau orang yang di tabraknya tadi adalah seorang siswa sekolah sihir itu. tapi
kenapa dia tidak menggunakan sapu terbang seperti kebanyakan siswa lainnya yang
pergi ke sekolah itu. atau mungkin dia hanya orang biasa yang memang berpakaian
mirip dengan siswa sana. Entahlah Ruki lebih baik membalikkan badannya dan
berjalan menuju rumahnya. Namun nyatanya orang yang berambut pirang dan bermata
tajam itu melihat tangan kirinya mengeluarkan cahaya dan dia berhenti dan dia
seakan mengetahui sesuatu. Saat dia menoleh ke belakang, Ruki sudah tidak ada..
---------------------------------------------------------------------------------------------//
Mpon
atau nama aslinya Hiroto ini adalah sepupunya Ruki. Mika selalu mengajaknya ke
rumah untuk sekedar menyuruh Mpon untuk menyicip kue buatannya apa ada yang
kurang. Dan Ruki sendiri menganggap Mpon itu seperti adiknya, karena Ruki anak
satu-satunya dan Mpon yang selalu ke sini itu selalu manja terhadap Mika. Ruki
tidak cemburu Mpon selalu manja ke Mika karena orangtua Mpon sudah meninggal
karena kecelakaan beberapa tahun yang lalu dan dia tinggal dengan neneknya
sekarang.
Ruki
melihat Mpon sedang menyicip kue sampai mulutnya belepotan dan Mika tertawa
kecil melihat tingkahnya. Ruki melepas alas kakinya dan menyimpan di rak
kemudian masuk ke dalam rumah tepatnya ke arah Mika dan Mpon. Ruki melihat kue
nya habis setengah di makan Mpon.
“ihhh,
Mpon kenapa menghabiskannya??” Ruki ngamuk melihat kue itu seakan tidak akan
tersisa lagi untuknya. Mpon yang sibuk menjilati jari demi jari dan sela-sela
jarinya terhenti dan melihat Ruki sedang kecewa tidak kebagian kue.
“tenanglah..”
Mpon dengan tersenyum mengulurkan tangannya dan telapak tangannya di buka lebar
dan kemudian muncul cahaya berwarna kuning dan sesaat kemudian kue yang semula
hanya setengah sekarang menjadi utuh sempurna. Mpon tersenyum ke arah Mika,
Mika juga senyum sambil geleng-geleng kepalanya.
“enaknya
punya sihir..” kata Ruki melamun memandang kue itu. mpon langsung terdiam dan
memandang Ruki sedih.
“ku
dengar kau akan masuk sekolah sihir ya besok? Ibumu yang memberitahuku..” kata
Mpon merapatkan dirinya ke Ruki. Ruki langsung menoleh ke arah Mpon dan
berpikir sejenak.
“kau
sudah memanfaatkan apa saja dari sihir itu?” tanya Ruki.
“apa
ya? yang jelas segala yang berhubungan dengan makanan aku akan menciptakannya
kembali, kau tahu sendiri aku gampang lapar..hehehe...” ungkap Mpon sambil
menggaruk kepalanya.
“kalau
aku yang mendapatkannya, aku ingin membuka praktek kesehatan untuk menyembuhkan
orang..” kata Ruki memandang kembali kuenya.
“Ruki...”
Mika merasa tersentuh dengan perkataannya. Mpon langsung merangkul Ruki yang
tinggi badannya tidak jauh beda dengannya dan menatap Ruki seolah dia sedang
memberi energi positif untuk bersemangat,
“aku
yakin kau akan jadi penyihir yang hebat nantinya..” kata Mpon. Ruki menatap
Mpon dan tersenyum datar.
“itadakimasu..”
Ruki memakan kue itu dan bersama Mpon mereka saling suap menyuap. Mika senang
melihat keakraban mereka.
---------------------------------------------------------------------------------------------//
Hyde
menonton sebuah berita di TV sambil makan kacang goreng(?) dengan seriusnya.
Tidak lupa kacamata yang bingkainya besar yang sedang nge-trend saat ini.
‘Pemirsa, di duga
sekarang akan menjadi siaga satu untuk berjaga-jaga melindungi benua Argeza.
Ada beberapa penyihir hebat yang akan menyerang Argeza dan akan mengambil ahli
benua ini. Dengan itu nantinya pemerintah akan memberikan keputusan untuk
seluruh masyarakat benua Argeza’
“Ayah,
memang kenapa benua ini harus di jaga-jaga sampai siaga satu?” kata Ruki yang
mendekati Ayahnya dan ikutan makan kacang goreng. Mpon sendiri membantu Mika
untuk membuat kue yang lainnya di bantu dengan sihir Mpon.
“Argeza
kan incaran orang-orang luar sana, karena kita benua yang paling maju dan sudah
mempunyai sihir..” jelas Hyde sambil makan kacang. Ruki duduk di samping Hyde
dan mengambil kacang di toples yang di pegang Hyde.
“oh
begitu, maksudnya mengambil ahli bagaimana?” tanya Ruki polos.
“mereka
punya kekuatan sihir , tapi tidak maju teknologinya..jadi mereka mengincar
benua ini dan kasarnya sih kita akan di perbudak begitu..” pikir Mpon sambil
mengaduk adonan dan membuat Ruki dan Hyde menengok ke belakang.
“Oh..”
Hyde dan Ruki sama-sama membulatkan bibirnya.
“tapi
kan masih siaga satu, berarti kemungkinan itu cuma isu selewat..dari dulu juga
selalu mengatakan siaga satu tapi nyatanya tidak ada tindak lanjutan..” tambah
Mika yang sedang mencetak adonan kue ke dalam loyang berbentuk persegi.
“tapi
aku masih penasaran, kenapa sekolah sihir itu tertutup dan kita tidak tahu siswanya
siapa saja? Memang sih karena mereka memakai sapu terbang untuk menuju
sekolahnya tapi pasti siswa itu akan datang ke rumahnya dan tetangga juga akan
tahu kan?” pikir Ruki.
“aku
juga masih memikirkan itu, kenapa ya?” pikir Mpon tiba-tiba. Ruki hanya bisa
mengangkat pundaknya seakan dia juga mengatakan mana dia tahu -_-
---------------------------------------------------------------------------------------------//
Seseorang
yang berambut pirang yang di tabrak Ruki ini sedang mengaduk kopinya di sebuah
cafe. Dia masih terpikirkan dengan tangan kirinya yang langsung mengeluarkan
cahaya setelah bertabrakan dengan Ruki. Orang ini mempunyai kekuatan untuk mengukur kekuatan sihir atau
kekuatan supranatural seseorang dengan hanya bersentuhan. Dia bingung dengan
Ruki, rasanya dia ingin memprediksi lebih dalam lagi tentang Ruki tapi sudah
kehilangan jejak.
“omatase..”
seseorang berambut hitam pekat menghampiri rambut pirang yang tengah melamun.
“Oh..”
si pirang ini langsung tersadarkan dengan kedatangan si hitam pekat.
“kenapa
melamun,Uruha?” kata si hitam pekat yang bernama Aoi ini duduk di hadapannya.
Ternyata si pirang adalah Uruha XDD *sok misterius*.
“hari
ini kau bolos sekolah ya? ada apa lagi?” kata Aoi kebingungan.
“ah,
tidak kenapa-kenapa..aku malas saja..tapi-“ Uruha masih terpikirkan kejadian
tadi.
“mentang-mentang
naik level sekarang sombong tidak masuk kelas..” kira Aoi langsung bersandar ke
belakang kursi.
“aku
bertemu dengan seseorang yang mustahil jika aku katakan dia memiliki kekuatan
yang sangat besar..” ungkap Uruha dengan serius kepada Aoi.
“heh?
Serius? Kapan?” Aoi jadi penasaran.
“tadi
aku tabrakan dengan anak kecil, yah buntet gitu lah, tapi manis sih.. dan
tangan kiriku mengeluarkan cahaya tidak seperti biasanya..” kata Uruha melihat
kembali telapak tangan kirinya.
“murid
sekolah mungkin, yang bisa punya kekuatan kan hanya anak sekolah sihir..” kira
Aoi melipatkan tangannya.
“dia
bukan murid sekolah sihir, aku tahu persis siapa saja yang menjadi murid
sekolah sihir..” pikir Uruha sambil mengaduk kembali kopinya.
“kau
yakin?” kata Aoi. Uruha menggeleng polos.
“ya
ampun..” Aoi tepok jidat.
---------------------------------------------------------------------------------------------//
Ruki
di kamarnya sedang membaca buku tentang sihir, ada beberapa alat yang menjadi
pendukung seorang penyihir. Di dalamnya ada beberapa mantra yang bisa Ruki
ucapkan jika Ruki mau. Ruki yang terlengkup di atas kasur langsung
menggulingkan(?) tubuhnya menjadi rebahan dan membuka buku sihir itu dengan
lebar-lebar. Dia berpikir sejenak kemudian mencoba menaruh buku itu di atas
kasur dan dia turun dari kasur lalu mengambil sapu di pojokan ruang kamarnya.
Setelah mengambil dia naik ke atas kasur dan mengapit sapu tersebut dengan kedua
kakinya. Dia menoleh ke arah buku dan sedikit menyipitkan matanya dan membaca
mantra. Setelah menghapal beberapa detik dia pun lalu mempraktekkannya.
“fiure
a’lfaur!!” seru Ruki kemudian dia loncat dengan mengapit sapu tersebut dari
kasurnya.
GEDEBRUK!!
“suara
apa sih?” Mpon bingung dengan di lantai dua di kamarnya Ruki.
“tengok
sana..” suruh Mika. Mpon pun menuju kamarnya Ruki dan kemudian dia membuka
pintu Ruki.
“HEEE???”
Mpon kaget ketika dia melihat Ruki sedang terjatuh tengkurep dengan tumpukan buku menimbunnya. Ruki Cuma
cengar-cengir gaje di lihat Mpon.
“kau
habis melakukan apa? Sampai ada sapu dan tertimbun buku begini?” pikir Mpon
bingung dengan tingkah Ruki. Mpon membantu Ruki untuk bangkit dari jatuhnya dan
Mpon melihat buku yang terbuka di atas kasur.
“jangan-jangan
karena ini..” kata Mpon.
“aku
gagal melakukan sihir..” ungkap Ruki sedih. Mpon menutup buku itu menyimpan di
atas meja dan membawa Ruki agar duduk di atas kasurnya.
“sihir
tidak bisa di lakukan dengan semudah itu, kau harus punya kekuatan supranatural
dari dalam dirimu sendiri..” kata Mpon menasehati.
“tapi
aku mau seperti dirimu,walau standar tapi setidaknya sama seperti yang lainnya..”
Ruki seakan ingin menangis.
“sabarlah,
besok kan sudah masuk sekolah sihir. Oh iya namanya apa itu sekolah?” Mpon
memegang pundaknya Ruki.
“Mahou
Gakuen..” kata Ruki dengan airmata yang menumpuk di bawah matanya.
“hah,maho??”
Mpon kaget.
“MAHOU
TAU! PAKE U!!” seru Ruki ngamuk.
“iya-iya
maaf, gomenasai,sumimasen..” kata Mpon dengan bete mengatakan itu. ruki
menjulurkan lidahnya.
Yah,
Ruki sangat penasaran dengan sihir. Dia benar-benar tidak bisa sihir sama
sekali meskipun dia berusaha baca mantra. Sebenarnya Ruki itu siapa? Kenapa
hanya dia sendiri yang tidak memiliki sihir sejak lahir? Dan apa yang akan
Uruha lakukan jika benar Ruki mempunyai kekuatan besar yang padahal dia belum
tahu kalau Ruki tidak punya kekuatan sihir sama sekali?
---------------------------------------------------------------------------------------------//
Jiahahahahah
gomen itulah prolog yang ancur sekaleeehhh~~ >.<
Mungkin
pada aneh ngebacanya X’DDDDDDDDD..
No comments:
Post a Comment