Title : Argeza
Genre : fantasy,action,comedy,life,
nano-nano dah pokoknya XDDD
Cast : utamanya
Gajet yang lain numfang hehehehe..
Eps : 6
*cieeee sok anime
---------------------------------------------------------------------------------------------//
♡。゚.(*♡ Chronicle Of Velvera ♡*)゚♡ °・
Di
episode sebelumnya author belum menjelaskan tentang sejarah Velvera, kan? Baru
sekilas? Nah, di episode ini author akan membahas tentang sejarah Velvera ^ ^..
Dan
ini nonfiksi! Namanya juga ff jadi yah ngehayal aja XDDDDd..
Benua
Argeza yang sudah berteknologi tinggi ini, mempunyai satu kota bernama Velvera
yang letaknya ada di ujung timur benua ini. Kota ini sengaja di dirikan dengan
anggaran biaya yang sedikit lebih besar oleh pemerintah untuk membentuk suatu
perusahaan sistem yang bernama ‘Des Fleur’. Perusahaan sistem ini nantinya yang
akan mengatur segala aktifitas keuangan negara dan sebagainya. Namun utamanya
menjaga segel Argeza yang melindungi benua ini. Segel itu berupa lapisan
kristal yang menutupi benua Argeza yang bertujuan untuk melindungi dari
serangan luar yang berbahaya untuk benuanya. Karena benua ini mempunyai sejarah
tersendiri. Kemudian untuk para pegawainya, pemerintah merekrut lulusan Mahou
Gakuen yang sudah lulus ujian level 5. Tujuannya, supaya dengan kekuatan mereka
dan pola pikiran yang baru bisa lebih baik untuk menjaga segel ini untuk
Argeza.
‘Des
Fleur’ dengan ketua pimpinannya sekarang Gakuto, sedang mengawasi beberapa
titik segel Argeza yang di duga mengalami keretakan. Keretakan ini lah yang
sedang Gakuto telusuri karena akan membahayakan benua ini nantinya. Dengan
ruangan yang sangat luas, kemudian meja yang memanjang dan terdapat beberapa
LCD komputer untuk tiap setiap karyawannya untuk meneliti tiap-tiap bagian
segel ini. Ada juga yang mengatur keuangan,perekonomian dan lain-lain. Suasana
ruang kerja di Des Fleur ini cukup tenang karena mereka bekerja dengan
konsentrasi penuh dan fokus.
Sementara
itu di subuh hari *emang ada?* Gakuto di ruang khususnya yang keseluruhannya berwarna putih ini,
sedang menganalisis beberapa titik segel Argeza yang mungkin akan retak
nantinya jika benar mengalami keretakan. Ruangan ini di sediakan 4 LCD komputer
ukuran besar yang berada di meja kerjanya Gakuto di susun secara dua di atas
dan dua di bawah. Ke empat LCD ini yang menjadi monitor untuk melacak keretakan
itu. Gakuto berharap keretakan itu hanya isu semata. Karena jika iya, Gakuto
harus bisa menelan ludah beberapa kali bahwa tragedi Argeza 1500 tahun yang
lalu akan kembali terulang lagi~
Layar
LCD itu menampilkan gambaran benua Argeza yang seperti di kebanyakan pilem
*plak!* daratan berwarna hijau,gunung berwarna coklat kemudian banyak titik
merah yang merupakan titik penghubung segel Argeza. Lapisan kristal itu
terlihat seperti asap rokok dalam LCD komputer itu. namun ketika Gakuto
menggerakkan mouse-nya, Gakuto menemukan lapisan kristal memang benar retak..
Tut...tut..tut..
[dengan kepala pengawas, ada apa
Kamijo-sama?]
“dengarkan
aku baik-baik, beritahu pada information bahwa
aku menemukan keretakan lapisan kristal di titik 1.51..” ucap Gakuto menelpon
pada bagian kepala pengawas dengan wajah seakan tidak tahu harus melakukan apa
setelah matanya benar-benar memandangi layar salah satu LCD itu dan menemukan
keretakan yang sudah jelas nyata.
Kepala
pengawas,Yuki menerima telpon itu dengan tubuh bergetar kemudian jantungnya
terpacu dengan cepat. Gagang telpon yang ia pegang ia taruh pelan-pelan ke
semula dan dia memandang seluruh karyawannya dengan pandangan dia tidak
mengatakan hal ini karena sangat memberatkan.
“doshita?”
Teru, staff koordinasi menyapa Yuki dengan memegang pundak Yuki dengan lembut.
Dan Teru menoleh ke arahnya dengan pandangan sedih dan harus menerima segalanya
yang sudah terjadi.
“segelnya
retak..” ucap Teru dengan pelan namun jelas. Kata-kata itu seakan bumerang yang
menusuk mereka secara dalam. Yuki juga langsung terdiam dan dia tidak harus
berkata apa. Gakuto juga sedang frustasi, dia duduk di kursi kerjanya sambil
meremat kepalanya dengan kedua tangannya di atas meja.
“apa
ini tanda-tandanya?” Gakuto benar sangat takut.
[kepada seluruh staff Des Fleur, Gakuto-sama
sudah menemukan titik keretakan. Layar akan Gakuto arahkan dan para staff bisa
menganalisi lebih lanjut lagi..terima kasih..]
Sebuah
pengumuman kecil yang sangat mengejutkan semua staff ini membuat satu ruangan
terkaget-kaget dan saling membicarakan. Gakuto sedikit berair mata,
“tuan..”
Yuki
mendatangi ruangan Gakuto tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Dia melihat
Gakuto sedang menatap layar LCD nya sambil berdiri. Tatapannya berbeda dari
biasanya, ada kesedihan dan penyesalan yang sangat mendalam. Yuki mendekati
dari depan dan melihat air mata itu berlinang membasuh pipi pucat Kamijo.
Kamijo
langsung memandang Yuki dan Yuki segera mungkin mendekatinya.
“apa
aku gagal menjaga Argeza? Apa aku lalai?” Gakuto benar-benar menyesali
semuanya.
“ini
bukan salah anda, lapisan kristal itu sudah retak karena sudah umurnya yang
cukup tua.. anda tidak mungkin tidak ingat sejarahnya,kan? Bahwa ketika sudah
mencapai umur 1500 tahun, segel ini akan retak? Apa yang harus di salahkan?
Yang jelas kita harus mencari cara untuk menutupi benua ini dengan segel kristal yang baru..”
jelas Yuki. Gakuto menghela nafasnya dengan ketenangan hatinya dan menghapus
air matanya dengan punggung jari telunjuk tangan kirinya. Yuki memegang pundak
Kamijo dan kemudian dia mengajak Kamijo ke ruangan information.
Perusahaan
stasiun televisi terkemuka di Velvera yang akan menyambungkan saluran
televisinya ke semua penjuru Argeza, Velvera TV bersiap-siap untuk menayangkan
sebuah berita tentang keretakan segel ini yang sudah di informasikan setengah
jam yang lalu oleh pihak Des Fleur. Kemudian sang pembawa berita, MiA sudah
siap untuk take siaran langsung yang
akan tersambung ke semua televisi di benua Argeza karena ini sangatlah darurat.
Semua
pejalan kaki, yang sedang berada di kafe, kantor atau dimana pun yang sedang
melihat TV melihat MiA tidak biasa nya siaran mendadak seperti ini di pagi yang
buta yang masih menunjukkan pukul 6 pagi. Dengan siap MiA pun membawakan
berita.
‘pemirsa sekalian, telah di umumkan jika
status Argeza sekarang menjadi tingkat waspada karena mendapat kabar dari Des
Fleur bahwa segel Argeza mengalami keretakan pada satu titik. Dan ini
kemungkinan akan retak kembali pada titik berikutnya. Oleh karena itu,
pemerintah akan mengambil keputusan cepat dan bijak. Untuk masyarakat
waspadalah untuk di sekitar. Karena di khawatirkan akan ada mahluk asing yang
akan masuk ke benua ini karena segelnya sudah retak..demikian berita yang dapat
saya laporkan, terima kasih..’
Sontak berita ini menjadi perbincangan panas
di pagi hari dan membuat semua yang menyaksikan bertanya-tanya bagaimana dengan
tindak lanjutnya ke depan dengan benua ini. Gakuto dan semua staff perusahaan
berdiri di depan LCD TV yang besar yang menggantung di ruang tengah ruangan dan
sudah melihat berita yang sudah di siarkan itu. semuanya seakan pasrah dengan
yang akan terjadi nantinya.
Berbeda
dengan Ruki yang sedang menonton di rumahnya bersama keluarga tercintanya. Ruki
sedang sarapan makan mie cup sambil duduk di sofa ruang tamu dan menonton
berita itu sebelum pergi berangkat sekolah. Dengan duduk di sofa sambil makan
mie cup, Ruki memerhatikan berita itu. namun karena memang tidak mengerti *sok
iye ngerti berita* Ruki pun menelan mie itu dengan cepat dan menoleh ke
belakang, menanyakan sesuatu kepada Mika,
“memang
kenapa kalau segel Argeza retak, Mah?” tanya Ruki dengan polos. Mika yang
sedang menata bunga di pot, terdiam seakan dia juga tahu tentang Argeza.
“benua
ini di lindungi segel, segel itu sebuah lapisan kristal. Jika lapisannya retak,
kemungkinan kejahatan dari luar benua bisa masuk ke sini..” kata Mika sambil
menaruh pot bunga itu ke sebelah.
“kejahatan
itu yang bagaimana?” tanya Ruki membawa cup mie itu dan menaruhnya di atas meja
di dekat ibunya.
“bisa
virus, mahluk jahat, atau mungkin siluman yang menjelma jadi manusia..itu akan
sangat mencemaskan jika benar-benar terjadi..” kata Mika.
“menakutkan
sekali..” ucap Ruki dengan mimik wajah yang sedikit khawatir.
“sudah
cepat sana ke sekolah, nanti terlambat..” kata Mika kemudian dia menghampiri
Ruki dan mencium kening Ruki dengan lembut dan pelan.
“ittekimasu!!”
Ruki mengambil tas selempangnya yang ada di sofa satu lagi dan kemudian dia
pergi dari rumahnya menggunakan Coda kesayangannya.
---------------------------------------------------------------------------------------------//
“Ohayou!”
Shou
menyapa Ruki yang baru saja datang menggunakan karpet terbang. Shou mendekati
Ruki dengan karpet terbangnya juga.
“pake
pelet apa kau ini membuat Aoi mencarimu di pagi buta begini?” kira Shou sambil
melihat-lihat tubuh Ruki dari atas ke bawah dan sebaliknya. Ruki kaget ketika
Shou mengatakan itu, kemudian mata Ruki mencari-cari ke semua sudut bahkan
menengok ke belakang dan sedikit memundurkan dirinya untuk melihat ke kanan
kiri lorong kelasnya.
“mana?
Tidak ada?” kata Ruki polos menatap Shou. Shou menggeplak mukanya sendiri *LOL*
karena Ruki ke lewat oon *plak!Plak!*.
“aku
belum selesai bicaraaaa....dia mencarimu tadi~” perjelas Shou sambil menahan
rasa greget pada Ruki.
“oh, bilang donk~” dengan cueknya Ruki masuk kelas dan kemudian berjajar dengan Shin dan mengobrol tentang pelajarannya hari ini. Sementara Shou menganga, melihat sikap Ruki yang menurutnya mulai mengesalkan.
“oh, bilang donk~” dengan cueknya Ruki masuk kelas dan kemudian berjajar dengan Shin dan mengobrol tentang pelajarannya hari ini. Sementara Shou menganga, melihat sikap Ruki yang menurutnya mulai mengesalkan.
“ya
sudahlah!” Shou langsung menuju tempatnya semula.
---------------------------------------------------------------------------------------------//
Aoi
sedang bermain-main dengan Zetsu yang berada di tangan kirinya di loteng
sekolah. Sambil menyandar di dinding yang dingin, dan sepoian angin yang sejuk
membuat Aoi bersiul melantukan lagu regret
sambil mengelus-ngelus bulu halus Zetsu. Zetsu menutup mata dan kepalanya
goyang kanan(?) goyang kiri(?) seakan menikmati siulannya Aoi dan belaian
sayang dari majikannya *mau dunk di elus aoi XDD*. Zetsu sekarang lebih jinak
di banding saat pertama kalinya. Burung phoenix yang cantik ini meskipun jenis
kelaminnya laki *plak* sekarang menjadi hewan kesayangannya Aoi. Entahlah, Aoi
sekarang mengerti dengan apa yang di maksud Kamijo kemarin. Zetsu adalah
bayangan sifatnya dan Aoi bisa melihatnya. Aoi sadar betapa menyebalkannya
sikap Zetsu terhadapnya. Dan dia pun merasa mungkin ini yang di rasakan
teman-temannya ketika jengkel terhadap sikap Aoi yang selalu iseng dan berbuat
yang bukan semestinya.
Walaupun
Zetsu tidak bisa bicara khalayak seperti manusia, namun dari sikapnya Zetsu
bisa memberitahu bahwa sifat Aoi harus berubah demi kebaikannya sendiri. Maka
dari itu, Aoi menyayangi burung ini dengan sepenuh hatinya..
“aku
mencarimu kemana-mana ternyata di sini, cepat masuk kelas!” kata Ryouga yang
setengah kesal yang tiba-tiba ada di samping Aoi dengan menggunakan karpet
terbangnya.
“lho,
bukannya pada rapat ya?” kira Aoi dengan santai dan Zetsu pun membuka matanya
dan pandangannya samaan dengan Aoi *lucu ya punya binatang mimik mukanya samaan
ama majikannya XD*
“iya,
tapi kita harus berkelompok dan membuat percobaan alkemis kata Amano-sensei..”
ujar Ryouga dengan suara datar.
“Zetsu,
main dulu sana..kemana kek..aku mau ke kelas dulu. Nanti kita main lagi ya..”
kata Aoi dengan tersenyum manis. Zetsu pun senyum dan kemudian sayapnya ia
gerakan dan kemudian high five dengan telapak tangan Aoi. Ryouga kaget ketika
Zetsu sudah seakrab begitu dengan majikannya. Kemudian Aoi dengan seenaknya
duduk di belakang Ryouga dan nyengir seakan watados (wajah tanpa dosa).
“nebeng
yak ke kelasnya, hehehe..” kata Aoi dan ini membuat Ryouga mendelik kesal pada
Aoi.
“dasar~”
---------------------------------------------------------------------------------------------//
Saat
itu, Ruki sedang berkelompok dengan yang lainnya. Tanpa menggunakan karpet
terbang, mereka berkumpul di depan satu meja yang di atasnya banyak cairan
kimiawi untuk bahan percobaan alkemis. Saat itu Aoi dan Ryouga sudah sampai dan
Ryouga sudah mengatakan kalau dia itu sekelompok *lagi* dengan Ruki. Yang
lainnya menyadari kedatangan mahluk onar ini sementara Ruki masih asyik
memasukkan cairan berwarna biru di dalam sebuah tabung ke tabung lain. Kemudian
anak-anak yang lain mundur dari meja itu dan Ruki tidak menyadari kalau Aoi
mendekatinya dari belakang. kemudian usai memasukkan cairan biru ke tabung yang
lain, dia melihat teman-temannya malah menjauh dari meja tersebut. Ruki heran,
perasaan cairan ini tidak akan meledak jika di pindahkan, kecuali kalau ada
tetesan tidak sengaja. Dan Ruki dengan lihainya tidak meninggalkan tetesan
sedikit pun.
“doshita?”
Ruki keanehan melihat teman-temannya. Dia melihat salah satu temannya sedang
memandang ke belakang punggung Ruki. Dengan kerutan di dahinya, Ruki berbalik
badan dan melihat Aoi sudah berada di hadapannya.
“Aoi?”
Ruki setengah cengo melihat Aoi di depannya. Dan tanpa sadar, Ruki mundur
selangkah ke belakang dan tangannya memegang pinggiran meja. Dan ternyata,
tabung yang berisi cairan itu sedikit bergetar karena Ruki terlalu kuat
memegang pinggiran meja itu. Aoi melihat tabung itu sedang bergoyang dan
sepertinya akan terjatuh dan mungkin cairan itu akan tumpah.
“AWAS!”
Aoi langsung menarik tangan Ruki yang satu lagi dan memeluknya ketika cairan
itu tumpah ke meja dan terjadi ledakan kecil yang membuat meja itu sedikit
terbakar. Dalam pelukan itu Ruki bingung dan kaget dengan perlakuannya Aoi. Dan
sesadar mungkin Aoi langsung melepaskan itu dan menjauh dari Ruki yang masih
kebingungan ada apa dengannya. Semua siswa juga sontak kaget ada apa dengannya
kenapa Aoi menolong Ruki dengan tidak biasanya..
“Aoi..”
Shou juga siyok melihat kejadian tadi.
“gomen,
aku hanya ingin menolongmu saja dari kecelakaan tadi!” seru Aoi dan membuat
Ruki membuka matanya lebar-lebar.
“ada
angin apa kau mengatakan itu?” Ruki masih bingung.
Aoi
menggigit bibirnya dan mengepalkan tangan kirinya. Seakan dia ingin mengatakan
sesuatu yang membuatnya gugup sekali. hati Aoi sudah meluap-luap ingin
mengatakan, namun sepertinya mulutnya belum siap mengatakannya.
“kau
mau mengatakan apa?” kata Ruki dengan pandangan biasa kembali. Aoi kaget kalau
Ruki tahu apa yang dia pikirkan. Padahal hanya Reita saja yang punya kemampuan
ini.
“A-aku..”
dengan gugup 100% Aoi mengatakan itu dengan terbata-bata dan bibir yang
bergetar dan jantungnya seakan ingin melompat keluar. Semuanya juga benar-benar
menunggu apa yang ingin Aoi sampaikan kepada Ruki.
“AKU
MINTA MAAF ATAS SEGALA KESALAHANKU!!”
Aoi
membungkuk di hadapan Ruki.
Dan
ini adalah sejarah pertama kalinya Aoi membungkukkan badannya sambil mengatakan
minta maaf pada salah satu temannya. Dan ini pada Ruki, anak baru yang memang
selalu membuat sensasi *iyuukkk*.
Ruki
memandang Aoi dengan diam dan kemudian Aoi menegakkan badannya dan memandang lurus
ke arah Ruki mata berkaca-kaca. Dan semuanya siyok melihat itu.
“aku
tahu, aku punya masa lalu kelam yang mungkin kau sudah tahu. Aku juga menyesal
sudah mematahkan Coda kesayanganmu dan tidak menolongmu saat kau terjatuh di
tangga, aku benar-benar minta maaf. Aku tidak punya maksud apa-apa~ aku
benar-benar tulus dari hati ini untuk mengatakannya..” jelas Aoi yang sambil
tersenyum sedikit.
“Aoi..”
Ruki merasa iba.
“karena
pelajaran menciptakan hewan kemarin, aku berkaca pada Zetsu bahwa sifatku itu
tidak baik dan mungkin kau kesal dengan perbuatanku saat itu sampai kau marah
sekali. sejujurnya aku takut saat kau marah dengan mata merahmu saat itu.
karena aku merasa itu bukan dirimu yang
seperti aku lihat..dengan aku minta maaf padamu, aku berharap aku bisa menjadi
temanmu dari nol, dan Zetsu akan mengikuti sifatku yang jadi baik,hehehe..”
lanjut Aoi sambil garuk-garuk kepala pada akhir kalimat itu. ruki perlahan
tersenyum mendengar itu dan matanya berkaca-kaca juga.
“mungkin,
jika kau ingin membalas perbuatanku saat kemarin-kemarin aku akan terima dengan
senang hati..anggap saja aku mendapatkan hukuman darimu. Namun setelah itu,
biarkan aku berteman denganmu dan kita bisa bekerja sama dengan lebih baik dan
memberi suasana baru di sekolah ini dengan positif..” kira Aoi.
“tidak,
aku tidak akan membalas perbuatanmu. Aku bukan tipe yang suka balas dendam..
mendengar kau minta maaf saja sudah suatu keajaiban yang luar biasa. Kau
bertarung dengan dirimu untuk bisa mengatakan ini kepadaku dan mengakui kesalahanmu
adalah point yang terbesar untuk dirimu..namun berjanjilah padaku, kau berubah
bukan untuk saat ini, berubahlah untuk selamanya..hilangkan masa lalumu, karena
semakin kau mengingat itu kau akan semakin terjebak dan kau akan kehilangan
banyak teman~~ ingat, teman itu gunanya untuk memberi semangat dan membantumu di
kala sedang merasa kesulitan. Tapi kau menjauhi teman-teman yang ingin
merubahmu dan mengajakmu bangkit dari keterpurukan ke masa depan yang lebih
baik..aku di sini Aoi, ada teman-teman yang lain yang bisa membantumu semampu
dan sebisa mungkin..kau bisa ulurkan tanganmu sekarang..aku dan teman-teman
akan membantumu setiap saat jika kau perlukan..” jelas Ruki dengan senyum
mengembang dan seakan dia menerima Aoi dengan ikhlas(?) memaafkan kesalahannya.
Aoi
meneteskan airmatanya dan tersenyum bahagia. Dia tidak menyangka, sifatnya yang
polos itu ternyata sangat dewasa di banding dengannya. Kata-katanya membuat
hati terenyuh dan semuanya juga merasa terharu sampai meneteskan airmatanya
termasuk Shin yang melihat mereka berdua di antara kerumunan teman-temannya.
“Arigatou!”
Aoi menangis sejadi-jadinya seperti anak kecil dan membuat Ruki tertawa
memandang Aoi yang kekanakan. Tepuk tangan awal dari Shou atas semua ini di
sambut oleh yang lainnya dan semakin riuh sekali. Aoi kemudian berhenti
menangis dan melihat teman-temannya mendekati Aoi dan mereka menjahili Aoi
dengan mengacak-ngacak rambutnya dan tertawa bersama. Aoi juga sedikit tertawa
bahagia melihat teman-temannya mulai menerimanya dengan baik dan mau menerima
Aoi apa adanya meski mempunyai masa lalu yang tidak baik. Ruki hanya bisa
memandang itu dengan tersenyum,
“dan
ingat untuk semuanya! Siapapun yang menganggu Ruki, aku tidak akan segan-segan menyuruh
Zetsu untuk mengganggui kalian! atau kalo perlu aku beri sihir petir biar angus
rambutnya kaya sapu ijuk! Hahahahaha!” pikir Aoi sambil berkacak pinggang dan
kemudian di sambut dengan sorakan untuk Aoi dan kembali ngebully Aoi. Tawa Ruki
meledak mendengar itu. dasar Aoi~
---------------------------------------------------------------------------------------------//
Reita
bolak-balik di depan pintu rapat dewan guru hari ini. Reita cemas sampai
menggigit bibirnya dan tangannya masuk ke dalam kedua saku kiri kanannya. Dia
melihati jam tangan yang ia pakai di tangannya sesekali. Sepertinya Reita
menunggu kepastian hasil rapat tersebut.
“kenapa
senpai?” bingung Ruki yang berjalan ke arahnya, keheranan itu pun muncul ketika
Reita memandangnya dengan linglung.
“ah,
aku sedang menunggu keputusan dewan guru kali ini..semoga baik-baik saja..”
kata Reita berharap.
“kenapa
mendadak? Apa berhubungan dengan segel Argeza yang retak?” Ruki mulai curiga.
“lalu
kenapa kau bisa menghubungkan rapat ini dengan kejadian tadi pagi?” kata Reita
balik bertanya.
“semuanya
sedang dalam keadaan siaga, menurutku mungkin mereka membuat suatu rencana agar
sekolah kita bisa membantu keadaan ini..” jelas Ruki. Reita langsung memegang
kedua pundak Ruki dengan erat dan pandangannya seakan kaget.
“apa
kau punya kekuatan membaca pikiran dan prediksi secara tepat?” tanya Reita.
Ruki menggeleng dengan wajah kebingungan.
“dan
kau belum menyadari kekuatanmu apa?”lanjut Reita. Ruki mengangguk polos. Reita
menghela nafas dan melepaskan tangannya dari pundak Ruki.
“yang
kau katakan benar, mereka sedang membahas tentang segel Argeza..keputusannya
mungkin nanti..” ungkap Reita dengan khawatir.
“bisa
ceritakan padaku, sejarah benua ini?” kata Ruki. Reita melihat bola mata Ruki
yang benar-benar murni polos dan tidak ada maksud apa-apa.
---------------------------------------------------------------------------------------------//
“arigatou~”
Reita
dan Ruki pun ada di kafetaria dan memesan minuman dan juga makanan ke meja
mereka yang di antarkan dengan kekuatan sihir, sehingga melayang dengan
sempurna seakan di antar manusia atau waitrees.
“sejarahnya
berawal 1500 tahun yang lalu. Dulu benua ini hanyalah hamparan rumput yang luas
dengan rumah-rumah yang sederhana. Kemudian, seorang lelaki bernama Wataru yang
usianya baru menginjak 17 tahun, melihat sosok raksasa mahluk jahat manusia
setengah serigala sedang memporak-porandakan suatu ladang, dan penduduknya
ketakutan. Saat itu Wataru memberanikan diri tanpa ijin dari orangtuanya untuk
melawan raksasa tersebut. Wataru dengan bermodalkan hanya tongkat panjang dan
ilmu bela dirinya, dia melawan raksasa itu sampai dia pun terluka parah. Namun
suatu ketika, seorang perempuan dengan memakai pakaian serba putih dan sangat
cantik bercahaya, turun dari langit dan mendekati Wataru yang sudah terkapar
tidak berdaya. Orang-orang jaman dulu meyakini itu adalah seorang dewi langit
yang turun memberikan kekuatan pada Wataru. Kemudian, dengan memberi kekuatan
lewat tanda di dahinya Wataru yang bercahaya, Wataru pun mengalahkan mahluk
itu. kemudian dengan kekuatannya yang tidak terkira, dia membuat segel kristal
untuk benua ini. Ada yang bilang mahluk raksasa itu adalah dari luar benua. Dan
orang-orang jaman dulu meyakini kalau di luar benua itu banyak kejahatan yang
tidak bisa di lawan manusia biasa. Dan saat itu pula katanya Wataru mengatakan
pada penduduk desa tersebut, kalau segel ini hanya bisa bertahan selama 1500
tahun ke depannya. Dan satu-satunya untuk mengembalikan segel kristal itu hanya
titisan Wataru..” jelas Reita panjang lebar.
“lalu
titisan Wataru itu siapa? Apa sudah di temukan?” Ruki merasa antusias.
“tidak
semudah itu mencari siapa titisan Wataru. Titisan Wataru artinya mempunyai
kekuatan yang sangat besar..” kata Reita.
Tidak mungkin aku,
walaupun aku berharap iya. Karena aku ingin melindungi Argeza. Aku hanya anak
biasa yang memang tidak punya kekuatan sama sekali. kalaupun titisan Wataru
sudah ada, para petinggi sihir sudah bisa melacak keberadaannya. Kenapa aku
malah curiga kalau dia –orang lain- yang titisan Wataru? Kenapa?
Ruki
berbicara dalam hatinya sambil menyeruput minuman sodanya.
“hah,
lalu dewan guru merapatkan apa sekarang?” tanya Ruki.
“mungkin,
sebagian siswa dari Mahou Gakuen akan berangkat keluar benua untuk menumpas
kejahatan disana..dan aku kurang tahu lagi apa tujuan dan maksudnya..” pikir
Reita.
“Sokka..”
Ruki
menyeruput kembali sambil berpikir tentang hal ini. Sementara Reita makan
burger big size sampai belepotan. Dan Ruki melap bibir Reita dengan tisu yang
sudah tersedia. Reita tertawa malu karena cara makannya dan Ruki tersenyum
padanya..
---------------------------------------------------------------------------------------------//
No comments:
Post a Comment