Sunday, March 23, 2014

Argeza ~6

Title      :               Argeza
Genre  :               fantasy,action,comedy,life, nano-nano dah pokoknya XDDD
Cast      :              utamanya Gajet yang lain numfang hehehehe..
Eps        :               6 *cieeee sok anime

---------------------------------------------------------------------------------------------//



。゚.(*♡ Chronicle Of Velvera  *) °



Di episode sebelumnya author belum menjelaskan tentang sejarah Velvera, kan? Baru sekilas? Nah, di episode ini author akan membahas tentang sejarah Velvera ^ ^..
Dan ini nonfiksi! Namanya juga ff jadi yah ngehayal aja XDDDDd..

Benua Argeza yang sudah berteknologi tinggi ini, mempunyai satu kota bernama Velvera yang letaknya ada di ujung timur benua ini. Kota ini sengaja di dirikan dengan anggaran biaya yang sedikit lebih besar oleh pemerintah untuk membentuk suatu perusahaan sistem yang bernama ‘Des Fleur’. Perusahaan sistem ini nantinya yang akan mengatur segala aktifitas keuangan negara dan sebagainya. Namun utamanya menjaga segel Argeza yang melindungi benua ini. Segel itu berupa lapisan kristal yang menutupi benua Argeza yang bertujuan untuk melindungi dari serangan luar yang berbahaya untuk benuanya. Karena benua ini mempunyai sejarah tersendiri. Kemudian untuk para pegawainya, pemerintah merekrut lulusan Mahou Gakuen yang sudah lulus ujian level 5. Tujuannya, supaya dengan kekuatan mereka dan pola pikiran yang baru bisa lebih baik untuk menjaga segel ini untuk Argeza.

‘Des Fleur’ dengan ketua pimpinannya sekarang Gakuto, sedang mengawasi beberapa titik segel Argeza yang di duga mengalami keretakan. Keretakan ini lah yang sedang Gakuto telusuri karena akan membahayakan benua ini nantinya. Dengan ruangan yang sangat luas, kemudian meja yang memanjang dan terdapat beberapa LCD komputer untuk tiap setiap karyawannya untuk meneliti tiap-tiap bagian segel ini. Ada juga yang mengatur keuangan,perekonomian dan lain-lain. Suasana ruang kerja di Des Fleur ini cukup tenang karena mereka bekerja dengan konsentrasi penuh dan fokus.

Sementara itu di subuh hari *emang ada?* Gakuto di ruang khususnya  yang keseluruhannya berwarna putih ini, sedang menganalisis beberapa titik segel Argeza yang mungkin akan retak nantinya jika benar mengalami keretakan. Ruangan ini di sediakan 4 LCD komputer ukuran besar yang berada di meja kerjanya Gakuto di susun secara dua di atas dan dua di bawah. Ke empat LCD ini yang menjadi monitor untuk melacak keretakan itu. Gakuto berharap keretakan itu hanya isu semata. Karena jika iya, Gakuto harus bisa menelan ludah beberapa kali bahwa tragedi Argeza 1500 tahun yang lalu akan kembali terulang lagi~

Layar LCD itu menampilkan gambaran benua Argeza yang seperti di kebanyakan pilem *plak!* daratan berwarna hijau,gunung berwarna coklat kemudian banyak titik merah yang merupakan titik penghubung segel Argeza. Lapisan kristal itu terlihat seperti asap rokok dalam LCD komputer itu. namun ketika Gakuto menggerakkan mouse-nya, Gakuto menemukan lapisan kristal memang benar retak..

Tut...tut..tut..

[dengan kepala pengawas, ada apa Kamijo-sama?]

“dengarkan aku baik-baik, beritahu pada information bahwa aku menemukan keretakan lapisan kristal di titik 1.51..” ucap Gakuto menelpon pada bagian kepala pengawas dengan wajah seakan tidak tahu harus melakukan apa setelah matanya benar-benar memandangi layar salah satu LCD itu dan menemukan keretakan yang sudah jelas nyata.

Kepala pengawas,Yuki menerima telpon itu dengan tubuh bergetar kemudian jantungnya terpacu dengan cepat. Gagang telpon yang ia pegang ia taruh pelan-pelan ke semula dan dia memandang seluruh karyawannya dengan pandangan dia tidak mengatakan hal ini karena sangat memberatkan.

“doshita?” Teru, staff koordinasi menyapa Yuki dengan memegang pundak Yuki dengan lembut. Dan Teru menoleh ke arahnya dengan pandangan sedih dan harus menerima segalanya yang sudah terjadi.

“segelnya retak..” ucap Teru dengan pelan namun jelas. Kata-kata itu seakan bumerang yang menusuk mereka secara dalam. Yuki juga langsung terdiam dan dia tidak harus berkata apa. Gakuto juga sedang frustasi, dia duduk di kursi kerjanya sambil meremat kepalanya dengan kedua tangannya di atas meja.

“apa ini tanda-tandanya?” Gakuto benar sangat takut.

[kepada seluruh staff Des Fleur, Gakuto-sama sudah menemukan titik keretakan. Layar akan Gakuto arahkan dan para staff bisa menganalisi lebih lanjut lagi..terima kasih..]

Sebuah pengumuman kecil yang sangat mengejutkan semua staff ini membuat satu ruangan terkaget-kaget dan saling membicarakan. Gakuto sedikit berair mata,

“tuan..”

Yuki mendatangi ruangan Gakuto tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Dia melihat Gakuto sedang menatap layar LCD nya sambil berdiri. Tatapannya berbeda dari biasanya, ada kesedihan dan penyesalan yang sangat mendalam. Yuki mendekati dari depan dan melihat air mata itu berlinang membasuh pipi pucat Kamijo.

Kamijo langsung memandang Yuki dan Yuki segera mungkin mendekatinya.

“apa aku gagal menjaga Argeza? Apa aku lalai?” Gakuto benar-benar menyesali semuanya.

“ini bukan salah anda, lapisan kristal itu sudah retak karena sudah umurnya yang cukup tua.. anda tidak mungkin tidak ingat sejarahnya,kan? Bahwa ketika sudah mencapai umur 1500 tahun, segel ini akan retak? Apa yang harus di salahkan? Yang jelas kita harus mencari cara untuk menutupi  benua ini dengan segel kristal yang baru..” jelas Yuki. Gakuto menghela nafasnya dengan ketenangan hatinya dan menghapus air matanya dengan punggung jari telunjuk tangan kirinya. Yuki memegang pundak Kamijo dan kemudian dia mengajak Kamijo ke ruangan information.

Perusahaan stasiun televisi terkemuka di Velvera yang akan menyambungkan saluran televisinya ke semua penjuru Argeza, Velvera TV bersiap-siap untuk menayangkan sebuah berita tentang keretakan segel ini yang sudah di informasikan setengah jam yang lalu oleh pihak Des Fleur. Kemudian sang pembawa berita, MiA sudah siap untuk take siaran langsung yang akan tersambung ke semua televisi di benua Argeza karena ini sangatlah darurat.

Semua pejalan kaki, yang sedang berada di kafe, kantor atau dimana pun yang sedang melihat TV melihat MiA tidak biasa nya siaran mendadak seperti ini di pagi yang buta yang masih menunjukkan pukul 6 pagi. Dengan siap MiA pun membawakan berita.

pemirsa sekalian, telah di umumkan jika status Argeza sekarang menjadi tingkat waspada karena mendapat kabar dari Des Fleur bahwa segel Argeza mengalami keretakan pada satu titik. Dan ini kemungkinan akan retak kembali pada titik berikutnya. Oleh karena itu, pemerintah akan mengambil keputusan cepat dan bijak. Untuk masyarakat waspadalah untuk di sekitar. Karena di khawatirkan akan ada mahluk asing yang akan masuk ke benua ini karena segelnya sudah retak..demikian berita yang dapat saya laporkan, terima kasih..’

 Sontak berita ini menjadi perbincangan panas di pagi hari dan membuat semua yang menyaksikan bertanya-tanya bagaimana dengan tindak lanjutnya ke depan dengan benua ini. Gakuto dan semua staff perusahaan berdiri di depan LCD TV yang besar yang menggantung di ruang tengah ruangan dan sudah melihat berita yang sudah di siarkan itu. semuanya seakan pasrah dengan yang akan terjadi nantinya.

Berbeda dengan Ruki yang sedang menonton di rumahnya bersama keluarga tercintanya. Ruki sedang sarapan makan mie cup sambil duduk di sofa ruang tamu dan menonton berita itu sebelum pergi berangkat sekolah. Dengan duduk di sofa sambil makan mie cup, Ruki memerhatikan berita itu. namun karena memang tidak mengerti *sok iye ngerti berita* Ruki pun menelan mie itu dengan cepat dan menoleh ke belakang, menanyakan sesuatu kepada Mika,

“memang kenapa kalau segel Argeza retak, Mah?” tanya Ruki dengan polos. Mika yang sedang menata bunga di pot, terdiam seakan dia juga tahu tentang Argeza.

“benua ini di lindungi segel, segel itu sebuah lapisan kristal. Jika lapisannya retak, kemungkinan kejahatan dari luar benua bisa masuk ke sini..” kata Mika sambil menaruh pot bunga itu ke sebelah.

“kejahatan itu yang bagaimana?” tanya Ruki membawa cup mie itu dan menaruhnya di atas meja di dekat ibunya.

“bisa virus, mahluk jahat, atau mungkin siluman yang menjelma jadi manusia..itu akan sangat mencemaskan jika benar-benar terjadi..” kata Mika.

“menakutkan sekali..” ucap Ruki dengan mimik wajah yang sedikit khawatir.

“sudah cepat sana ke sekolah, nanti terlambat..” kata Mika kemudian dia menghampiri Ruki dan mencium kening Ruki dengan lembut dan pelan.

“ittekimasu!!” Ruki mengambil tas selempangnya yang ada di sofa satu lagi dan kemudian dia pergi dari rumahnya menggunakan Coda kesayangannya.

---------------------------------------------------------------------------------------------//



“Ohayou!”

Shou menyapa Ruki yang baru saja datang menggunakan karpet terbang. Shou mendekati Ruki dengan karpet terbangnya juga.

“pake pelet apa kau ini membuat Aoi mencarimu di pagi buta begini?” kira Shou sambil melihat-lihat tubuh Ruki dari atas ke bawah dan sebaliknya. Ruki kaget ketika Shou mengatakan itu, kemudian mata Ruki mencari-cari ke semua sudut bahkan menengok ke belakang dan sedikit memundurkan dirinya untuk melihat ke kanan kiri lorong kelasnya.

“mana? Tidak ada?” kata Ruki polos menatap Shou. Shou menggeplak mukanya sendiri *LOL* karena Ruki ke lewat oon *plak!Plak!*.

“aku belum selesai bicaraaaa....dia mencarimu tadi~” perjelas Shou sambil menahan rasa greget pada Ruki.

“oh, bilang donk~” dengan cueknya Ruki masuk kelas dan kemudian berjajar dengan Shin dan mengobrol tentang pelajarannya hari ini. Sementara Shou menganga, melihat sikap Ruki yang menurutnya mulai mengesalkan.

“ya sudahlah!” Shou langsung menuju tempatnya semula.

---------------------------------------------------------------------------------------------//



Aoi sedang bermain-main dengan Zetsu yang berada di tangan kirinya di loteng sekolah. Sambil menyandar di dinding yang dingin, dan sepoian angin yang sejuk membuat Aoi bersiul melantukan lagu regret sambil mengelus-ngelus bulu halus Zetsu. Zetsu menutup mata dan kepalanya goyang kanan(?) goyang kiri(?) seakan menikmati siulannya Aoi dan belaian sayang dari majikannya *mau dunk di elus aoi XDD*. Zetsu sekarang lebih jinak di banding saat pertama kalinya. Burung phoenix yang cantik ini meskipun jenis kelaminnya laki *plak* sekarang menjadi hewan kesayangannya Aoi. Entahlah, Aoi sekarang mengerti dengan apa yang di maksud Kamijo kemarin. Zetsu adalah bayangan sifatnya dan Aoi bisa melihatnya. Aoi sadar betapa menyebalkannya sikap Zetsu terhadapnya. Dan dia pun merasa mungkin ini yang di rasakan teman-temannya ketika jengkel terhadap sikap Aoi yang selalu iseng dan berbuat yang bukan semestinya.

Walaupun Zetsu tidak bisa bicara khalayak seperti manusia, namun dari sikapnya Zetsu bisa memberitahu bahwa sifat Aoi harus berubah demi kebaikannya sendiri. Maka dari itu, Aoi menyayangi burung ini dengan sepenuh hatinya..

“aku mencarimu kemana-mana ternyata di sini, cepat masuk kelas!” kata Ryouga yang setengah kesal yang tiba-tiba ada di samping Aoi dengan menggunakan karpet terbangnya.

“lho, bukannya pada rapat ya?” kira Aoi dengan santai dan Zetsu pun membuka matanya dan pandangannya samaan dengan Aoi *lucu ya punya binatang mimik mukanya samaan ama majikannya XD*

“iya, tapi kita harus berkelompok dan membuat percobaan alkemis kata Amano-sensei..” ujar Ryouga dengan suara datar.

“Zetsu, main dulu sana..kemana kek..aku mau ke kelas dulu. Nanti kita main lagi ya..” kata Aoi dengan tersenyum manis. Zetsu pun senyum dan kemudian sayapnya ia gerakan dan kemudian high five dengan telapak tangan Aoi. Ryouga kaget ketika Zetsu sudah seakrab begitu dengan majikannya. Kemudian Aoi dengan seenaknya duduk di belakang Ryouga dan nyengir seakan watados (wajah tanpa dosa).

“nebeng yak ke kelasnya, hehehe..” kata Aoi dan ini membuat Ryouga mendelik kesal pada Aoi.

“dasar~”

---------------------------------------------------------------------------------------------//



Saat itu, Ruki sedang berkelompok dengan yang lainnya. Tanpa menggunakan karpet terbang, mereka berkumpul di depan satu meja yang di atasnya banyak cairan kimiawi untuk bahan percobaan alkemis. Saat itu Aoi dan Ryouga sudah sampai dan Ryouga sudah mengatakan kalau dia itu sekelompok *lagi* dengan Ruki. Yang lainnya menyadari kedatangan mahluk onar ini sementara Ruki masih asyik memasukkan cairan berwarna biru di dalam sebuah tabung ke tabung lain. Kemudian anak-anak yang lain mundur dari meja itu dan Ruki tidak menyadari kalau Aoi mendekatinya dari belakang. kemudian usai memasukkan cairan biru ke tabung yang lain, dia melihat teman-temannya malah menjauh dari meja tersebut. Ruki heran, perasaan cairan ini tidak akan meledak jika di pindahkan, kecuali kalau ada tetesan tidak sengaja. Dan Ruki dengan lihainya tidak meninggalkan tetesan sedikit pun.

“doshita?” Ruki keanehan melihat teman-temannya. Dia melihat salah satu temannya sedang memandang ke belakang punggung Ruki. Dengan kerutan di dahinya, Ruki berbalik badan dan melihat Aoi sudah berada di hadapannya.

“Aoi?” Ruki setengah cengo melihat Aoi di depannya. Dan tanpa sadar, Ruki mundur selangkah ke belakang dan tangannya memegang pinggiran meja. Dan ternyata, tabung yang berisi cairan itu sedikit bergetar karena Ruki terlalu kuat memegang pinggiran meja itu. Aoi melihat tabung itu sedang bergoyang dan sepertinya akan terjatuh dan mungkin cairan itu akan tumpah.

“AWAS!” Aoi langsung menarik tangan Ruki yang satu lagi dan memeluknya ketika cairan itu tumpah ke meja dan terjadi ledakan kecil yang membuat meja itu sedikit terbakar. Dalam pelukan itu Ruki bingung dan kaget dengan perlakuannya Aoi. Dan sesadar mungkin Aoi langsung melepaskan itu dan menjauh dari Ruki yang masih kebingungan ada apa dengannya. Semua siswa juga sontak kaget ada apa dengannya kenapa Aoi menolong Ruki dengan tidak biasanya..

“Aoi..” Shou juga siyok melihat kejadian tadi.

“gomen, aku hanya ingin menolongmu saja dari kecelakaan tadi!” seru Aoi dan membuat Ruki membuka matanya lebar-lebar.

“ada angin apa kau mengatakan itu?” Ruki masih bingung.

Aoi menggigit bibirnya dan mengepalkan tangan kirinya. Seakan dia ingin mengatakan sesuatu yang membuatnya gugup sekali. hati Aoi sudah meluap-luap ingin mengatakan, namun sepertinya mulutnya belum siap mengatakannya.

“kau mau mengatakan apa?” kata Ruki dengan pandangan biasa kembali. Aoi kaget kalau Ruki tahu apa yang dia pikirkan. Padahal hanya Reita saja yang punya kemampuan ini.

“A-aku..” dengan gugup 100% Aoi mengatakan itu dengan terbata-bata dan bibir yang bergetar dan jantungnya seakan ingin melompat keluar. Semuanya juga benar-benar menunggu apa yang ingin Aoi sampaikan kepada Ruki.

“AKU MINTA MAAF ATAS SEGALA KESALAHANKU!!”

Aoi membungkuk di hadapan Ruki.

Dan ini adalah sejarah pertama kalinya Aoi membungkukkan badannya sambil mengatakan minta maaf pada salah satu temannya. Dan ini pada Ruki, anak baru yang memang selalu membuat sensasi *iyuukkk*.

Ruki memandang Aoi dengan diam dan kemudian Aoi menegakkan badannya dan memandang lurus ke arah Ruki mata berkaca-kaca. Dan semuanya siyok melihat itu.

“aku tahu, aku punya masa lalu kelam yang mungkin kau sudah tahu. Aku juga menyesal sudah mematahkan Coda kesayanganmu dan tidak menolongmu saat kau terjatuh di tangga, aku benar-benar minta maaf. Aku tidak punya maksud apa-apa~ aku benar-benar tulus dari hati ini untuk mengatakannya..” jelas Aoi yang sambil tersenyum sedikit.

“Aoi..” Ruki merasa iba.

“karena pelajaran menciptakan hewan kemarin, aku berkaca pada Zetsu bahwa sifatku itu tidak baik dan mungkin kau kesal dengan perbuatanku saat itu sampai kau marah sekali. sejujurnya aku takut saat kau marah dengan mata merahmu saat itu. karena aku merasa  itu bukan dirimu yang seperti aku lihat..dengan aku minta maaf padamu, aku berharap aku bisa menjadi temanmu dari nol, dan Zetsu akan mengikuti sifatku yang jadi baik,hehehe..” lanjut Aoi sambil garuk-garuk kepala pada akhir kalimat itu. ruki perlahan tersenyum mendengar itu dan matanya berkaca-kaca juga.

“mungkin, jika kau ingin membalas perbuatanku saat kemarin-kemarin aku akan terima dengan senang hati..anggap saja aku mendapatkan hukuman darimu. Namun setelah itu, biarkan aku berteman denganmu dan kita bisa bekerja sama dengan lebih baik dan memberi suasana baru di sekolah ini dengan positif..” kira Aoi.

“tidak, aku tidak akan membalas perbuatanmu. Aku bukan tipe yang suka balas dendam.. mendengar kau minta maaf saja sudah suatu keajaiban yang luar biasa. Kau bertarung dengan dirimu untuk bisa mengatakan ini kepadaku dan mengakui kesalahanmu adalah point yang terbesar untuk dirimu..namun berjanjilah padaku, kau berubah bukan untuk saat ini, berubahlah untuk selamanya..hilangkan masa lalumu, karena semakin kau mengingat itu kau akan semakin terjebak dan kau akan kehilangan banyak teman~~ ingat, teman itu gunanya untuk memberi semangat dan membantumu di kala sedang merasa kesulitan. Tapi kau menjauhi teman-teman yang ingin merubahmu dan mengajakmu bangkit dari keterpurukan ke masa depan yang lebih baik..aku di sini Aoi, ada teman-teman yang lain yang bisa membantumu semampu dan sebisa mungkin..kau bisa ulurkan tanganmu sekarang..aku dan teman-teman akan membantumu setiap saat jika kau perlukan..” jelas Ruki dengan senyum mengembang dan seakan dia menerima Aoi dengan ikhlas(?) memaafkan kesalahannya.

Aoi meneteskan airmatanya dan tersenyum bahagia. Dia tidak menyangka, sifatnya yang polos itu ternyata sangat dewasa di banding dengannya. Kata-katanya membuat hati terenyuh dan semuanya juga merasa terharu sampai meneteskan airmatanya termasuk Shin yang melihat mereka berdua di antara kerumunan teman-temannya.

“Arigatou!” Aoi menangis sejadi-jadinya seperti anak kecil dan membuat Ruki tertawa memandang Aoi yang kekanakan. Tepuk tangan awal dari Shou atas semua ini di sambut oleh yang lainnya dan semakin riuh sekali. Aoi kemudian berhenti menangis dan melihat teman-temannya mendekati Aoi dan mereka menjahili Aoi dengan mengacak-ngacak rambutnya dan tertawa bersama. Aoi juga sedikit tertawa bahagia melihat teman-temannya mulai menerimanya dengan baik dan mau menerima Aoi apa adanya meski mempunyai masa lalu yang tidak baik. Ruki hanya bisa memandang itu dengan tersenyum,

“dan ingat untuk semuanya! Siapapun yang menganggu Ruki, aku tidak akan segan-segan menyuruh Zetsu untuk mengganggui kalian! atau kalo perlu aku beri sihir petir biar angus rambutnya kaya sapu ijuk! Hahahahaha!” pikir Aoi sambil berkacak pinggang dan kemudian di sambut dengan sorakan untuk Aoi dan kembali ngebully Aoi. Tawa Ruki meledak mendengar itu. dasar Aoi~

---------------------------------------------------------------------------------------------//



Reita bolak-balik di depan pintu rapat dewan guru hari ini. Reita cemas sampai menggigit bibirnya dan tangannya masuk ke dalam kedua saku kiri kanannya. Dia melihati jam tangan yang ia pakai di tangannya sesekali. Sepertinya Reita menunggu kepastian hasil rapat tersebut.

“kenapa senpai?” bingung Ruki yang berjalan ke arahnya, keheranan itu pun muncul ketika Reita memandangnya dengan linglung.

“ah, aku sedang menunggu keputusan dewan guru kali ini..semoga baik-baik saja..” kata Reita berharap.

“kenapa mendadak? Apa berhubungan dengan segel Argeza yang retak?” Ruki mulai curiga.

“lalu kenapa kau bisa menghubungkan rapat ini dengan kejadian tadi pagi?” kata Reita balik bertanya.

“semuanya sedang dalam keadaan siaga, menurutku mungkin mereka membuat suatu rencana agar sekolah kita bisa membantu keadaan ini..” jelas Ruki. Reita langsung memegang kedua pundak Ruki dengan erat dan pandangannya seakan kaget.

“apa kau punya kekuatan membaca pikiran dan prediksi secara tepat?” tanya Reita. Ruki menggeleng dengan wajah kebingungan.

“dan kau belum menyadari kekuatanmu apa?”lanjut Reita. Ruki mengangguk polos. Reita menghela nafas dan melepaskan tangannya dari pundak Ruki.

“yang kau katakan benar, mereka sedang membahas tentang segel Argeza..keputusannya mungkin nanti..” ungkap Reita dengan khawatir.

“bisa ceritakan padaku, sejarah benua ini?” kata Ruki. Reita melihat bola mata Ruki yang benar-benar murni polos dan tidak ada maksud apa-apa.

---------------------------------------------------------------------------------------------//



“arigatou~”

Reita dan Ruki pun ada di kafetaria dan memesan minuman dan juga makanan ke meja mereka yang di antarkan dengan kekuatan sihir, sehingga melayang dengan sempurna seakan di antar manusia atau waitrees.

“sejarahnya berawal 1500 tahun yang lalu. Dulu benua ini hanyalah hamparan rumput yang luas dengan rumah-rumah yang sederhana. Kemudian, seorang lelaki bernama Wataru yang usianya baru menginjak 17 tahun, melihat sosok raksasa mahluk jahat manusia setengah serigala sedang memporak-porandakan suatu ladang, dan penduduknya ketakutan. Saat itu Wataru memberanikan diri tanpa ijin dari orangtuanya untuk melawan raksasa tersebut. Wataru dengan bermodalkan hanya tongkat panjang dan ilmu bela dirinya, dia melawan raksasa itu sampai dia pun terluka parah. Namun suatu ketika, seorang perempuan dengan memakai pakaian serba putih dan sangat cantik bercahaya, turun dari langit dan mendekati Wataru yang sudah terkapar tidak berdaya. Orang-orang jaman dulu meyakini itu adalah seorang dewi langit yang turun memberikan kekuatan pada Wataru. Kemudian, dengan memberi kekuatan lewat tanda di dahinya Wataru yang bercahaya, Wataru pun mengalahkan mahluk itu. kemudian dengan kekuatannya yang tidak terkira, dia membuat segel kristal untuk benua ini. Ada yang bilang mahluk raksasa itu adalah dari luar benua. Dan orang-orang jaman dulu meyakini kalau di luar benua itu banyak kejahatan yang tidak bisa di lawan manusia biasa. Dan saat itu pula katanya Wataru mengatakan pada penduduk desa tersebut, kalau segel ini hanya bisa bertahan selama 1500 tahun ke depannya. Dan satu-satunya untuk mengembalikan segel kristal itu hanya titisan Wataru..” jelas Reita panjang lebar.

“lalu titisan Wataru itu siapa? Apa sudah di temukan?” Ruki merasa antusias.

“tidak semudah itu mencari siapa titisan Wataru. Titisan Wataru artinya mempunyai kekuatan yang sangat besar..” kata Reita.

Tidak mungkin aku, walaupun aku berharap iya. Karena aku ingin melindungi Argeza. Aku hanya anak biasa yang memang tidak punya kekuatan sama sekali. kalaupun titisan Wataru sudah ada, para petinggi sihir sudah bisa melacak keberadaannya. Kenapa aku malah curiga kalau dia –orang lain- yang titisan Wataru? Kenapa?

Ruki berbicara dalam hatinya sambil menyeruput minuman sodanya.

“hah, lalu dewan guru merapatkan apa sekarang?” tanya Ruki.

“mungkin, sebagian siswa dari Mahou Gakuen akan berangkat keluar benua untuk menumpas kejahatan disana..dan aku kurang tahu lagi apa tujuan dan maksudnya..” pikir Reita.

“Sokka..”

Ruki menyeruput kembali sambil berpikir tentang hal ini. Sementara Reita makan burger big size sampai belepotan. Dan Ruki melap bibir Reita dengan tisu yang sudah tersedia. Reita tertawa malu karena cara makannya dan Ruki tersenyum padanya..

---------------------------------------------------------------------------------------------//





No comments:

Post a Comment