Title : Argeza
Genre : fantasy,action,comedy,life,
nano-nano dah pokoknya XDDD
Cast : utamanya
Gajet yang lain numfang hehehehe..
Eps : 14
*cieeee sok anime
---------------------------------------------------------------------------------------------//
♡。゚.(*♡ Mission ♡*)゚♡ °・
“baik,
rapat sudah beres. Semuanya bisa kembali ke kelas..” kata Kamijo yang
menyelesaikan rapat guru dan semuanya yang sedang berkumpul di meja rapat di
ruangan kamijo langsung bangkit dari duduknya dan segera bergegas untuk ke
kelasnya masing-masing untuk mengajar. Namun, ketika Koichi hendak membuka
pintu, dia melihat Ruki sedang menatapnya dengan segudang pikiran yang
menghantui otaknya.
“Ruki?
Ada apa?” tanya Koichi.
“aku
ingin bicara dengan Kamijo-sama..” ucap Ruki seakan dia menahan perasaan yang
menggebu-gebu yang terlihat dari tangannya yang meremat mengepal.
“tapi
Kamijo-“
“ada
apa nak?”
Belum
beres bicara, Kamijo memotong pembicaraan antara Ruki dan Koichi. Keduanya
memandang Kamijo yang berwajah bijaksana itu dengan kalem. Kamijo menghela
nafas seakan dia mengerti apa yang di inginkan Ruki. Kamijo melirik pada Koichi
dan sepertinya Koichi mengerti, dia mengangguk sekali dan pergi dari situ. Ruki
dan Kamijo memandang Koichi yang pergi. Lalu Kamijo berpandangan dengan Ruki.
“ada
yang mau kau bicarakan denganku?” Kamijo seakan sudah tahu maksud Ruki.
“bisakah
kita tidak bicara di sini? Aku rasa rapat sudah selesai di dalam sana..” pikir
Ruki.
“masuklah..”
Kamijo mengajak Ruki untuk masuk ke dalam dan menutup rapat kembali pintu
ruangannya.
“anda
kenal Yoshiki, kan?” Ruki langsung pada pokok permasalahannya.
“kau
bertemu dengannya?” jawab Kamijo dengan antusias.
“dia
meninggal kemarin sore saat aku pulang sekolah..ada apa ini? Aku masih
bingung..” kira Ruki yang pada kenyataannya dia itu masih bingung dengan semua
situasi yang sudah memasuki darurat.
“aku
sudah menyuruh ke empat lainnya menunggu di ruang bawah tanah, ikut aku..”
Kamijo beranjak pergi dan Ruki mengikuti langkahnya dengan masih berpikir siapa
ke empat lain yang di maksud Kamijo.
---------------------------------------------------------------------------------------------//
Kai,
Uruha, Aoi dan juga Reita sedang menunggu di ruang bawah tanah sambil
melihat-lihat beberapa benda seperti pot bunga yang dimana bunganya bergoyang
sendiri. Aoi mencoba memegang pot bunga itu namun si bunga menyemburkan sebuah
serbuk ke wajah Aoi sehingga seperti ketombe(?). aoi menaruh pot itu dengan
spontan dan membersihkan wajahnya dan gelak tawa dari teman-temannya memenuhi
ruangan tersebut.
“hahaha!
Dia membencimu Aoi!” seru Uruha sepertinya dia yang paling puas di antara yang
lain. Aoi membersihkan wajahnya dengan sapuan tangannya dan melirik Uruha
dengan kesal karena sudah di tertawakan.
“diam
kau..” kesal Aoi yang masih mendengar tawa Kai yang benar-benar lepas.
Braak...
Pintu
ruang tanah bawah terbuka dengan sendirinya dan semua tertuju pada pintu itu.
mereka melihat Kamijo dan Ruki sedang berdiri berdampingan seakan-akan mereka
mau masuk ke dalam ruangan tersebut. Ruki memicingkan matanya, kenapa
teman-teman se-grupnya ikutan gabung di ruang bawah tanah ini. Dengan diam
seribu bahasa, Ruki melangkah masuk dan ikut berkumpul dengan yang lainnya.
“aku
mengumpulkan kalian saat jam pelajaran yang sangat penting ini, karena kalian
yang memang berhubungan dengan Argeza saat ini..” jelas Kamijo memulai
pembicaraan.
“maksudnya?”
kata Reita yang menyipitkan matanya.
“Ruki
adalah titisan Wataru, remaja yang telah membentuk Argeza 1500 tahun yang
lalu..” ucap Kamijo memandang ke lima anak tersebut. Sontak bukan main, yang
lain memandang Ruki dengan tidak percaya. Tinggal Ruki yang menelan ludah dan
terus menatap Kamijo.
“lalu?”
Ruki ingin tahu kelanjutannya.
“dari
awal kau masuk sekolah, saat kau di netralisirkan sebuah penghalang di tubuhmu
oleh Gackt karena kau tidak punya kekuatan sihir pada umumnya, aku sudah curiga
kau adalah titisannya. Tapi aku butuh banyak bukti dan aku terus berpikir
bagaimana caranya..pertengkaran awal antara kau dan Aoi sebenarnya aku
menyaksikannya dan berpura-pura tidak tahu. Itu adalah awal kekuatan
sesungguhnya dimana kau memang titisannya Wataru..” ungkap Kamijo dengan mata
berkaca-kaca. Semuanya kaget dan benar-benar kaget.
“apa?!”
Kai kaget sekali dan memandang Ruki seakan dia tidak percaya sama sekali.
“beberapa
kali kejadian seperti mengamuknya karasu dan yang lainnya, kau memunculkan
kekuatan yang dimana tidak bisa di miliki seorang anak manusia pada umumnya.
Dan saat itu aku yakin kau adalah titisannya. Aku dan semua petinggi sihir
menyusun strategi. Kau masih ingat tentang pengelompokkan? Dimana kau akhirnya
berkumpul berlima menjadi The Gazette?
Aku yang merencanakan semua itu. ke empat ketua kelas level masing-masing
mempunyai kekuatan yang melebihi dari siswa lainnya. Ku pikir kalau kau
bergabung dengan mereka, kekuatanmu dan mereka akan bersatu. Dan kekuatan
kalian sangat di butuhkan saat ini. Hanya penyatuan kekuatan kalian dan saling
kerjasama, Argeza bisa di selamatkan. Hanya kalian berlima, Argeza di ujung
tanduk, kalian yang bisa menyelamatkannya..” ucap Kamijo dengan menggebu-gebu
membuat ke limanya mendengar dan merenung.
“separah
itukah Argeza hingga di katakan di ujung tanduk?” kata Aoi.
“kristal
sudah menipis, seluruh mahluk bisa masuk dengan mudah dari luar sana. Dan
satu-satunya cara adalah..” Kamijo memandang kelima muridnya bergantian.
“adalah
apa?” Uruha penasaran.
“kalian
harus keluar dari benua ini dan kalahkan ketua dan juga ajudannya..” jelas
Kamijo.
“ketua?
Siapa?” Kai bingung.
“mahluk
yang menyerang Argeza 1500 tahun yang lalu adalah hasil ciptaan seorang ketua
kegelapan bernama Byou. Ajudannya, Rui, Kazuki, Manabu dan juga Jin di ciptakan
dari kekuatan Byou. Mereka terpecah di 3 wilayah..3 wilayah itu yang harus
kalian datangi dan bunuh mereka. Jika mereka mati, kalian akan mendapatkan 4
buah kristal yang jika di gabungkan dapat mengembalikan kristal Argeza..” tutur
Kamijo menjelaskannya.
“kami
harus melawan ke empat ajudan itu? kemudian mengembalikan kristal yang retak
ini?” singkat Aoi. Kamijo mengangguk.
“Byou
sangat ingin menguasai Argeza dan menundukkan semua penduduk agar taat pada
perinta kejinya..untuk itu..aku mengutus kalian untuk pergi ke tiga wilayah
itu, apa kalian siap?” pikir Kamijo. Semuanya terdiam seakan berpikir matang
untuk masalah yang benar-benar serius ini.
“aku
siap..” kata Ruki yang matanya melihat ubin lantai dan tangannya mengepal
seakan dia dendam terhadap yang namanya Byou. Tatapannya di alihkan pada Kamijo
dan bola matanya berubah menjadi merah. Yang lainnya melihat mata Ruki.
Setengah terkejut melihat itu dan mereka meyakini kalau Ruki memang titisannya
Wataru.
No comments:
Post a Comment