Sunday, May 4, 2014

Argeza ~14

Title      :               Argeza
Genre  :               fantasy,action,comedy,life, nano-nano dah pokoknya XDDD
Cast      :              utamanya Gajet yang lain numfang hehehehe..
Eps        :               14 *cieeee sok anime

---------------------------------------------------------------------------------------------//



。゚.(* Mission *) °




“baik, rapat sudah beres. Semuanya bisa kembali ke kelas..” kata Kamijo yang menyelesaikan rapat guru dan semuanya yang sedang berkumpul di meja rapat di ruangan kamijo langsung bangkit dari duduknya dan segera bergegas untuk ke kelasnya masing-masing untuk mengajar. Namun, ketika Koichi hendak membuka pintu, dia melihat Ruki sedang menatapnya dengan segudang pikiran yang menghantui otaknya.

“Ruki? Ada apa?” tanya Koichi.

“aku ingin bicara dengan Kamijo-sama..” ucap Ruki seakan dia menahan perasaan yang menggebu-gebu yang terlihat dari tangannya yang meremat mengepal.

“tapi Kamijo-“

“ada apa nak?”

Belum beres bicara, Kamijo memotong pembicaraan antara Ruki dan Koichi. Keduanya memandang Kamijo yang berwajah bijaksana itu dengan kalem. Kamijo menghela nafas seakan dia mengerti apa yang di inginkan Ruki. Kamijo melirik pada Koichi dan sepertinya Koichi mengerti, dia mengangguk sekali dan pergi dari situ. Ruki dan Kamijo memandang Koichi yang pergi. Lalu Kamijo berpandangan dengan Ruki.

“ada yang mau kau bicarakan denganku?” Kamijo seakan sudah tahu maksud Ruki.

“bisakah kita tidak bicara di sini? Aku rasa rapat sudah selesai di dalam sana..” pikir Ruki.

“masuklah..” Kamijo mengajak Ruki untuk masuk ke dalam dan menutup rapat kembali pintu ruangannya.

“anda kenal Yoshiki, kan?” Ruki langsung pada pokok permasalahannya.

“kau bertemu dengannya?” jawab Kamijo dengan antusias.

“dia meninggal kemarin sore saat aku pulang sekolah..ada apa ini? Aku masih bingung..” kira Ruki yang pada kenyataannya dia itu masih bingung dengan semua situasi yang sudah memasuki darurat.

“aku sudah menyuruh ke empat lainnya menunggu di ruang bawah tanah, ikut aku..” Kamijo beranjak pergi dan Ruki mengikuti langkahnya dengan masih berpikir siapa ke empat lain yang di maksud Kamijo.

---------------------------------------------------------------------------------------------//



Kai, Uruha, Aoi dan juga Reita sedang menunggu di ruang bawah tanah sambil melihat-lihat beberapa benda seperti pot bunga yang dimana bunganya bergoyang sendiri. Aoi mencoba memegang pot bunga itu namun si bunga menyemburkan sebuah serbuk ke wajah Aoi sehingga seperti ketombe(?). aoi menaruh pot itu dengan spontan dan membersihkan wajahnya dan gelak tawa dari teman-temannya memenuhi ruangan tersebut.

“hahaha! Dia membencimu Aoi!” seru Uruha sepertinya dia yang paling puas di antara yang lain. Aoi membersihkan wajahnya dengan sapuan tangannya dan melirik Uruha dengan kesal karena sudah di tertawakan.

“diam kau..” kesal Aoi yang masih mendengar tawa Kai yang benar-benar lepas.

Braak...

Pintu ruang tanah bawah terbuka dengan sendirinya dan semua tertuju pada pintu itu. mereka melihat Kamijo dan Ruki sedang berdiri berdampingan seakan-akan mereka mau masuk ke dalam ruangan tersebut. Ruki memicingkan matanya, kenapa teman-teman se-grupnya ikutan gabung di ruang bawah tanah ini. Dengan diam seribu bahasa, Ruki melangkah masuk dan ikut berkumpul dengan yang lainnya.

“aku mengumpulkan kalian saat jam pelajaran yang sangat penting ini, karena kalian yang memang berhubungan dengan Argeza saat ini..” jelas Kamijo memulai pembicaraan.

“maksudnya?” kata Reita yang menyipitkan matanya.

“Ruki adalah titisan Wataru, remaja yang telah membentuk Argeza 1500 tahun yang lalu..” ucap Kamijo memandang ke lima anak tersebut. Sontak bukan main, yang lain memandang Ruki dengan tidak percaya. Tinggal Ruki yang menelan ludah dan terus menatap Kamijo.

“lalu?” Ruki ingin tahu kelanjutannya.

“dari awal kau masuk sekolah, saat kau di netralisirkan sebuah penghalang di tubuhmu oleh Gackt karena kau tidak punya kekuatan sihir pada umumnya, aku sudah curiga kau adalah titisannya. Tapi aku butuh banyak bukti dan aku terus berpikir bagaimana caranya..pertengkaran awal antara kau dan Aoi sebenarnya aku menyaksikannya dan berpura-pura tidak tahu. Itu adalah awal kekuatan sesungguhnya dimana kau memang titisannya Wataru..” ungkap Kamijo dengan mata berkaca-kaca. Semuanya kaget dan benar-benar kaget.

“apa?!” Kai kaget sekali dan memandang Ruki seakan dia tidak percaya sama sekali.

“beberapa kali kejadian seperti mengamuknya karasu dan yang lainnya, kau memunculkan kekuatan yang dimana tidak bisa di miliki seorang anak manusia pada umumnya. Dan saat itu aku yakin kau adalah titisannya. Aku dan semua petinggi sihir menyusun strategi. Kau masih ingat tentang pengelompokkan? Dimana kau akhirnya berkumpul berlima menjadi The Gazette? Aku yang merencanakan semua itu. ke empat ketua kelas level masing-masing mempunyai kekuatan yang melebihi dari siswa lainnya. Ku pikir kalau kau bergabung dengan mereka, kekuatanmu dan mereka akan bersatu. Dan kekuatan kalian sangat di butuhkan saat ini. Hanya penyatuan kekuatan kalian dan saling kerjasama, Argeza bisa di selamatkan. Hanya kalian berlima, Argeza di ujung tanduk, kalian yang bisa menyelamatkannya..” ucap Kamijo dengan menggebu-gebu membuat ke limanya mendengar dan merenung.

“separah itukah Argeza hingga di katakan di ujung tanduk?” kata Aoi.

“kristal sudah menipis, seluruh mahluk bisa masuk dengan mudah dari luar sana. Dan satu-satunya cara adalah..” Kamijo memandang kelima muridnya bergantian.

“adalah apa?” Uruha penasaran.

“kalian harus keluar dari benua ini dan kalahkan ketua dan juga ajudannya..” jelas Kamijo.

“ketua? Siapa?” Kai bingung.

“mahluk yang menyerang Argeza 1500 tahun yang lalu adalah hasil ciptaan seorang ketua kegelapan bernama Byou. Ajudannya, Rui, Kazuki, Manabu dan juga Jin di ciptakan dari kekuatan Byou. Mereka terpecah di 3 wilayah..3 wilayah itu yang harus kalian datangi dan bunuh mereka. Jika mereka mati, kalian akan mendapatkan 4 buah kristal yang jika di gabungkan dapat mengembalikan kristal Argeza..” tutur Kamijo menjelaskannya.

“kami harus melawan ke empat ajudan itu? kemudian mengembalikan kristal yang retak ini?” singkat Aoi. Kamijo mengangguk.

“Byou sangat ingin menguasai Argeza dan menundukkan semua penduduk agar taat pada perinta kejinya..untuk itu..aku mengutus kalian untuk pergi ke tiga wilayah itu, apa kalian siap?” pikir Kamijo. Semuanya terdiam seakan berpikir matang untuk masalah yang benar-benar serius ini.


“aku siap..” kata Ruki yang matanya melihat ubin lantai dan tangannya mengepal seakan dia dendam terhadap yang namanya Byou. Tatapannya di alihkan pada Kamijo dan bola matanya berubah menjadi merah. Yang lainnya melihat mata Ruki. Setengah terkejut melihat itu dan mereka meyakini kalau Ruki memang titisannya Wataru. 

No comments:

Post a Comment